Kulon Progo (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan melakukan tes usap secara acak kembali terhadap pelajar untuk memastikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka penuh tidak menimbulkan penyebaran COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Sri Budi Utami di Kulon Progo, Jumat, mengatakan tes usap secara acak ini merupakan anjuran dari Pemerintah Pusat guna mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) yang sudah dilangsungkan beberapa waktu terakhir.

"Kami akan melakukan skrining secara acak dengan sasaran pelajar tingkat SD, SMP, SMA sederajat dan SLB dalam waktu dekat ini," kata Sri Budi Utami.

Ia mengatakan untuk mensukseskan tes usap acak ini, Diskes Kulon Progo telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Balai Dikmen dan Kementerian Agama Kulon Progo.

Selain itu, Dinkes telah melakukan koordinasi dengan puskesmas yang tersebar di 12 kecamatan sebagai pelaksana tes usap pelajar secara acak.

Teknisnya, skrining pelajar dilakukan dengan tes usap pelaksanaannya dilangsungkan di setiap sekolah sasaran. Jika ditemukan angka positif rate di atas lima persen dari sasaran, atau sampai timbul klaster sekolah maka kegiatan PTM di sekolah tersebut akan dihentikan selama dia minggu.

"Kalau ada temuan kasus lebih dari lima persen atau muncul klaster maka kegiatan PTM distop dua minggu. Jika kurang dari itu hanya dihentikan selama lima hari," katanya.

Sri Budi mengatakan saat ini, Dinkes dan petugas kesehatan masih fokus mensukseskan vaksinasi COVID-19 anak usai 6-11 tahun yang ditargetkan 100 persen selesai pada Januari ini.

"Kami perkirakan tes usap acak pelajar akan dilaksanakan pada Februari atau pasca vaksinasi anak," katanya.

 

Pewarta : Sutarmi
Editor : Victorianus Sat Pranyoto
Copyright © ANTARA 2024