New York (ANTARA) - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov saling menghindar berada dalam satu ruangan  saat keduanya menghadiri sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) di New York, Rabu.

Zelenskyy, yang pertama kali hadir secara langsung di ruang sidang Dewan Keamanan di New York sejak Rusia menginvasi Ukraina Februari 2022, menyerukan pencabutan hak veto Rusia ebagai salah satu dari lima anggota tetap dewan tersebut.

Zelenskyy juga mendesak agar Dewan Keamanan direformasi untuk mengatasi "kebuntuan".

Dia menekankan bahwa komposisi lima anggota tetap DK PBB --yang juga terdiri atas Inggris, China, Prancis, dan Amerika Serikat-- tidak mencerminkan realitas dunia saat ini.

Saat Zelenskyy menyatakan bahwa Dewan Keamanan tidak dapat membantu menghentikan perang "karena semua upaya diveto oleh agresor," delegasi Rusia hadir dalam ruangan tersebut, tetapi tanpa Lavrov.

Zelenskyy mengusulkan status keanggotaan sebuah negara dalam Dewan Keamanan harus ditangguhkan untuk jangka waktu tertentu ketika negara tersebut mengagresi negara lain yang melanggar Piagam PBB.

Zelenskyy, yang meninggalkan ruangan sebelum Lavrov muncul, menilai bahwa komposisi negara-negara dalam DK PBB tidak adil sehingga keanggotaan dewan tersebut diperluas untuk merangkul lebih banyak negara, seperti India dan Jepang.

Debat terbuka Sidang Majelis Umum PBB dihadiri oleh para pemimpin dan menteri luar negeri, termasuk Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken.

Sumber: Kyodo-OANA

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Zelenskyy dan Lavrov saling menghindar dalam Sidang Majelis Umum PBB

Pewarta : Shofi Ayudiana
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2024