112 ribu mahasiswa ikut Kampus Mengajar
Jumat, 20 Oktober 2023 10:49 WIB
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbudristek Sri Suning Kusumawardani dalam Sosialisasi Pendaftaran Mahasiswa Program Kampus Mengajar Angkatan ke-7 di Jakarta, Kamis (19/10/2023). (ANTARA/HO-Kemendikbudristek)
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan hingga kini sebanyak 112 ribu mahasiswa terlibat dalam Program Kampus Mengajar di lebih dari 23 ribu sekolah sasaran.
“Mereka terjun langsung dan berkolaborasi bersama para guru, kepala sekolah hingga orang tua murid,” kata Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbudristek, Sri Suning Kusumawardani dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Sri menuturkan Program Kampus Mengajar merupakan jawaban atas tantangan saat ini, yaitu adanya permintaan pasar kerja terhadap sumber daya manusia (SDM) yang semakin kompleks.
Pembelajaran yang akan diikuti oleh mahasiswa selama bergabung dalam program ini dinilai bisa mengasah berbagai kompetensi, seperti kemampuan komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, cara berpikir kreatif, dan pemecahan masalah.
Kampus Mengajar yang akan memasuki angkatan ke-7 dilaksanakan dengan dua harapan, yaitu peningkatan kompetensi mahasiswa serta akselerasi peningkatan literasi dan numerasi peserta didik di sekolah sasaran.
Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi Kemendikbudristek, Beny Bandanadjaja menjelaskan program Kampus Mengajar mampu menghadirkan metode pembelajaran baru bagi siswa vokasi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemendikbudristek: 112 ribu mahasiswa terlibat dalam Kampus Mengajar
“Mereka terjun langsung dan berkolaborasi bersama para guru, kepala sekolah hingga orang tua murid,” kata Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbudristek, Sri Suning Kusumawardani dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Sri menuturkan Program Kampus Mengajar merupakan jawaban atas tantangan saat ini, yaitu adanya permintaan pasar kerja terhadap sumber daya manusia (SDM) yang semakin kompleks.
Pembelajaran yang akan diikuti oleh mahasiswa selama bergabung dalam program ini dinilai bisa mengasah berbagai kompetensi, seperti kemampuan komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, cara berpikir kreatif, dan pemecahan masalah.
Kampus Mengajar yang akan memasuki angkatan ke-7 dilaksanakan dengan dua harapan, yaitu peningkatan kompetensi mahasiswa serta akselerasi peningkatan literasi dan numerasi peserta didik di sekolah sasaran.
Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi Kemendikbudristek, Beny Bandanadjaja menjelaskan program Kampus Mengajar mampu menghadirkan metode pembelajaran baru bagi siswa vokasi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemendikbudristek: 112 ribu mahasiswa terlibat dalam Kampus Mengajar
Pewarta : Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemendikbudristek ungkap mahasiswa garda terdepan peningkatan literasi di Indonesia
04 September 2024 6:55 WIB, 2024
Interaksi aktif mahasiswa-pelajar efektif mendukung program kampus mengajar
03 September 2024 15:23 WIB, 2024
MBKM beri kesempatan mahasiswa Indonesia eksplor pengalaman di mancanegara
29 February 2024 14:11 WIB, 2024
Mahasiswa Indonesia dibantu praktik mengajar di sekolah Canberra, Australia
10 October 2023 7:15 WIB, 2023