Jakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat riset dan inovasi untuk memberikan solusi mengatasi dampak perubahan iklim yang memicu krisis air di berbagai wilayah.
 
Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN Mego Pinandito mengatakan pihaknya berperan dalam beragam bentuk riset dan inovasi mulai dari hulu sampai hilir dengan berbagai pengembangan teknologi.
 
"Kami memperjuangkan untuk menjadi host World Water Forum di Indonesia, salah satunya ingin melakukan sharing dan membagikan berbagai program-program yang sudah ada dan sukses untuk dilaksanakan di Indonesia," ujarnya dalam Forum Merdeka Barat yang dipantau di Jakarta, Rabu
 
Mego menuturkan BRIN telah melakukan kolaborasi dengan Kementerian dan Lembaga (K/L) dalam memanen air hujan di Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara).
 
Periset BRIN juga telah menghasilkan inovasi Arsinum Mobile yakni teknologi tiga penyaringan + UV berkapasitas 5.000 liter air siap minum dari bahan baku air sumur/banjir/sungai, dan lain-lain, menjadi air bersih yang digunakan untuk melayani daerah bencana.
 
BRIN juga menghasilkan Airsinum Statis yang melayani air siap minum kantor, asrama, pesantren, dan lain-lain.
 
 
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BRIN hadirkan diplomasi sains yang inovatif untuk atasi krisis air

Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2024