Bantul (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyebut tidak ada warga dilaporkan mengungsi karena dampak cuaca ekstrem melanda daerah ini pada Senin (12/1) sore.

"Sejauh ini, tidak ada warga yang mengungsi akibat kejadian ekstrem hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Senin (12/1) sore," kata Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan Logistik dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol di Bantul, Selasa.

Dia mengatakan kejadian hujan deras disertai angin tersebut berdampak pada sejumlah fasilitas umum (fasum), yaitu 12 rumah, lima akses jalan, empat lokasi jaringan listrik, satu pekarangan, satu fasum masjid, dan satu aliran sungai.

"Tidak ada korban jiwa dan korban luka dari kejadian itu. Untuk estimasi kerugian dari kerusakan, sampai saat ini masih dalam pendataan," katanya.

Dia mengatakan dampak cuaca ekstrem tersebut tersebar di beberapa wilayah Bantul mulai dari Kalurahan Poncosari (Srandakan), Kalurahan Guwosari dan Triwidadi (Pajangan), Kalurahan Argodadi (Sedayu), serta Kalurahan Gilangharjo dan Caturharjo (Pandak).

Baca juga: Kemenhub pastikan operasional Bandara Juanda terkendali pasca puting beliung

Baca juga: Bantul siapkan Rp2,3 miliar benahi infrastruktur rusak dampak bencana

Dampak cuaca ekstrem juga terjadi di wilayah Kalurahan Ringinharjo, Palbapang, dan Trirenggo (Bantul), Kalurahan Bawuran (Pleret), hingga Kalurahan Srimartani (Piyungan).

Atas kejadian tersebut, BPBD Bantul memberikan imbauan kepada masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dampak cuaca ekstrem, mengingat hujan deras dan angin masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

"Masyarakat juga kami imbau agar selalu berkoordinasi dengan pemerintah kalurahan, forum pengurangan risiko bencana (FPRB), lembaga terkait, dan jejaring relawan untuk meningkatkan kewaspadaan," katanya.

Komandan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah mengatakan hujan deras dan angin kencang di Bantul juga mengakibatkan pohon tumbang di 24 lokasi tersebar di sejumlah wilayah.

"Sampai saat ini, upaya penanganan dan asesmen atau pendataan dampak cuaca ekstrem masih berlangsung," katanya.

Baca juga: Hujan ringan hingga lebat diprakirakan guyur mayoritas wilayah RI
 

 


Pewarta : Hery Sidik
Editor : Nur Istibsaroh
Copyright © ANTARA 2026