Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat bersepakat untuk membahas tiga rancangan peraturan daerah (raperda) inisiatif DPRD dalam program pembentukan peraturan daerah tahun 2026.
Sekretaris DPRD Kabupaten Bantul Prapta Nugraha usai rapat paripurna di DPRD Bantul, Rabu, mengatakan tiga raperda tersebut adalah Raperda Pengelolaan Lingkungan Hidup, Raperda Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban, dan Perlindungan Masyarakat, serta Raperda Penyertaan Modal.
Dia mengatakan tiga raperda tersebut masuk Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2026 sehingga untuk tahap awal perlu dilakukan pembahasan terlebih dahulu di tingkat panitia khusus (pansus).
"Sebenarnya ada empat pansus raperda yang akan dibahas. Akan tetapi, yang satu raperda lagi mengenai penyelenggaraan pendidikan kan belum selesai, sehingga butuh waktu pembahasan," katanya.
Dia mengatakan saat ini tiga raperda tersebut sudah sampai tahap penyampaian laporan sehingga dalam beberapa waktu ke depan melalui rapat rapat akan dilakukan pembahasan untuk kemudian ditetapkan menjadi perda.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyambut positif raperda inisiatif dari DPRD Bantul tersebut sebab perda lama membutuhkan kebijakan yang diubah sesuai dengan perkembangan lapangan, termasuk Perda Penyertaan Modal.
"Perda Penyertaan Modal yang lama itu diubah karena ada perubahan peningkatan modal. Jadi, modalnya akan kita tambahi sehingga asumsi lama itu sudah tidak terpakai. Maka, kita harus membuat perda baru," katanya.
Bupati Halim berharap perda yang nantinya diundangkan di Kabupaten Bantul tersebut berdampak positif terhadap perekonomian dan ketenteraman masyarakat setempat.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Bantul Datin Wisnu Pranyoto mengatakan pihaknya melakukan penyusunan raperda inisiatif DPRD tentang rencana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
"Tujuan dan susunan raperda ini untuk memberikan arahan dan kebijakan rencana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup," katanya.