Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan aritmia Heartology Cardiovascular Hospital Dicky Armein Hanafy membagikan sejumlah tips untuk mudik yang aman bagi pasien dengan gangguan irama jantung atau aritmia.
"Mudik Lebaran sering kali identik dengan perjalanan panjang, kelelahan, dan perubahan pola aktivitas. Bagi sebagian orang, kondisi ini mungkin tidak menjadi masalah. Namun bagi pasien dengan gangguan irama jantung atau aritmia, perjalanan jauh perlu direncanakan dengan lebih matang agar tetap aman," kata Dicky di Jakarta, Selasa.
Pasien dengan aritmia sebenarnya tetap dapat bepergian, katanya, termasuk melakukan perjalanan jauh, selama kondisi jantungnya stabil dan terkontrol. Faktor seperti kelelahan, dehidrasi, stres perjalanan, atau terlambat minum obat dapat memicu keluhan seperti jantung berdebar atau pusing.
Oleh karena itu, dia menyebutkan sejumlah hal yang perlu diperhatikan sebelum berpergian bagi orang dengan kondisi tersebut.
1. Pastikan kondisi jantung stabil sebelum berangkat
Sebelum melakukan perjalanan jauh, katanya, pasien aritmia disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Evaluasi ini penting untuk memastikan kondisi jantung stabil serta memastikan terapi dan obat yang dikonsumsi sudah optimal.
2. Jangan melewatkan obat
"Pasien perlu membawa persediaan obat yang cukup selama perjalanan, termasuk cadangan obat jika perjalanan mengalami keterlambatan. Konsumsi obat secara teratur sangat penting untuk menjaga stabilitas irama jantung," ujar Dicky.
3. Hindari kelelahan dan kurang tidur
Perjalanan jauh sering kali membuat seseorang kurang beristirahat. Padahal, kurang tidur dan stres fisik dapat memicu munculnya aritmia pada sebagian pasien.
4. Jaga hidrasi dan pola makan
Dicky mengingatkan bahwa dehidrasi dapat memperburuk kondisi jantung. Oleh karena itu, pasien dianjurkan cukup minum air putih, serta membatasi konsumsi minuman berkafein atau minuman berenergi yang dapat memicu jantung berdebar.
5. Lakukan istirahat secara berkala
"Jika melakukan perjalanan darat dalam waktu lama, disarankan untuk berhenti dan beristirahat setiap beberapa jam. Peregangan ringan atau berjalan sebentar juga membantu menjaga sirkulasi darah," katanya.
Dia juga menyebutkan bahwa dalam beberapa kasus, pasien aritmia dapat mengalami keluhan seperti jantung berdebar cepat, pusing, atau sesak napas saat sedang bepergian.
Jika hal tersebut terjadi, katanya, ada beberapa langkah awal yang dapat dilakukan:
1.) Segera berhenti beraktivitas dan duduk atau berbaring dengan tenang.
"Namun apabila keluhan tidak membaik, semakin berat, atau disertai nyeri dada, sesak berat, atau pingsan, pasien harus segera mencari pertolongan medis di fasilitas kesehatan terdekat," katanya.
Menurut dr. Dicky, kunci utama perjalanan aman bagi pasien aritmia adalah persiapan sebelum perjalanan dan kepatuhan terhadap pengobatan.
“Dengan kondisi jantung yang stabil, pengobatan yang terkontrol, serta perencanaan perjalanan yang baik, pasien aritmia tetap dapat bepergian dengan aman dan menikmati perjalanan bersama keluarga,” ujarnya.
2.) Tarik napas dalam secara perlahan untuk membantu menenangkan denyut jantung.
3.) Pada beberapa jenis aritmia tertentu, manuver vagal sederhana seperti mengejan ringan atau batuk dapat membantu menormalkan kembali irama jantung.
4.) Minum air putih untuk membantu mencegah dehidrasi yang dapat memperburuk gejala.
Tips mudik sehat bagi pasien gangguan irama jantung
Senin, 16 Maret 2026 23:56 WIB
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan aritmia Heartology Cardiovascular Hospital Dr dr Dicky Armein Hanafy, Sp.JP (K) FIHA, FAsCC. ANTARA/Lia Wanadriani Santosa/am.
Pewarta : Mecca Yumna Ning Prisie
Editor : Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Andini hemat Rp4 juta, Bank Jateng fasilitasi program balik rantau gratis 2026
30 March 2026 18:58 WIB
Mudik lebih tenang, pantau proses pemberkasan di Kantah hanya dari genggaman tangan
27 March 2026 11:46 WIB