Jakarta (ANTARA) - Pengamat Transportasi Djoko Setjowarno mendorong pemerintah agar melakukan pembenahan guna meningkatkan keamanan dan keselamatan bertransportasi serta menekan angka kecelakaan.
Menurut dia, pemisahan jalur operasional harus menjadi prioritas karena KRL dan kereta antarkota memiliki karakteristik yang berbeda secara fundamental.
"Penyelesaian proyek Double-Double Track Jakarta-Cikarang tidak hanya penting untuk meningkatkan kapasitas, tetapi juga keselamatan. Dalam jangka menengah, konsep ini perlu diperluas seiring dengan pengembangan layanan KRL ke wilayah yang lebih jauh," ujar Djoko saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Dia menilai selama pemisahan itu belum sepenuhnya terwujud, maka pengaturan kecepatan dan jarak antarkereta harus memberikan margin keselamatan yang memadai.
"Konsekuensi kapasitas rel akan berkurang dan jadwal perjalanan kereta api perlu direvisi," ujar Djoko.
Dia juga menekankan penghapusan perlintasan sebidang di koridor padat harus dipercepat karena dengan frekuensi kereta yang tinggi, waktu penutupan perlintasan akan semakin panjang dan berpotensi menimbulkan antrean kendaraan.
Baca juga: Pendidikan keselamatan transportasi dinilai perlu masuk kurikulum
Djoko mengatakan dalam kondisi disiplin pengguna jalan yang masih rendah, risiko pelanggaran dan kecelakaan akan terus meningkat.
Oleh karena itu, pembangunan perlintasan tidak sebidang, seperti underpass dan overpass perlu menjadi prioritas berbasis risiko.
Lebih Lanjut, dia menegaskan penataan ruang di sepanjang jalur kereta api harus diperkuat, mengingat aktivitas masyarakat yang tidak terkendali, akses tidak resmi, serta lemahnya penegakan tata ruang dapat menjadi sumber gangguan serius bagi operasional kereta.
Terakhir, dia meminta agar dilakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap sistem keselamatan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama regulator.
Dia juga meminta kepada pemerintah agar tidak melakukan pemangkasan terhadap anggaran keselamatan demi kenyamanan dan keamanan masyarakat dalam bertransportasi.
"Keselamatan transportasi adalah investasi jangka panjang, bukan beban biaya," pungkas Djoko.
Baca juga: Peringati Hari Kartini, Daop 6 Yogyakarta kampanyekan anti pelecehan seksual di transportasi publik
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pengamat dorong pemerintah benahi transportasi demi keselamatan