Sleman (ANTARA) - Bupati Sleman Harda Kiswaya mengapresiasi upaya optimalisasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui donasi gotong royong partisipasi masyarakat setempat.
"Langkah tersebut selaras dengan upaya pemerintah dalam memastikan keberlangsungan program JKN bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Sleman," katanya saat menghadiri penandatanganan kerja sama BPJS Kesehatan Cabang Sleman dengan mitra Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kantor Setda Kabupaten Sleman di Sleman, Rabu.
Kerja sama ini diwujudkan dalam optimalisasi pelaksanaan program JKN melalui upaya gotong royong partisipasi masyarakat, badan usaha, dan badan hukum lainnya untuk memberikan perlindungan finansial dengan mendaftarkan peserta JKN pada segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) kolektif dan pelunasan iuran menunggak segmen PBPU mandiri melalui program donasi.
Ia menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kerja sama seluruh pihak yang telah mendukung pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perlindungan kesehatan.
Kerja sama berbagai pihak mitra JKN seperti rumah sakit dan klinik, katanya, betul-betul dirasakan masyarakat.
"Manfaatnya betul-betul dirasakan masyarakat. Oleh karena itu kami pemerintah daerah berterima kasih," katanya.
Baca juga: Pemerintah kaji penambahan kuota PBI JKN hingga 120 juta jiwa
Baca juga: Kumham Imipas dan BPJS Kesehatan bahas harmonisasi regulasi JKN
Ia berharap, langkah ini dapat menjadi stimulan bagi perusahaan dan badan usaha lain untuk bersinergi dengan pemerintah, memastikan seluruh karyawan serta warga Kabupaten Sleman mendapatkan jaminan kesehatan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sleman Irfan Qadarusman mengatakan berdasarkan data 1 April 2026, jumlah warga setempat telah terdaftar sebagai peserta JKN 1.119.751 jiwa atau 98,61 persen dari total penduduk.
"Masih terdapat 1,39 persen penduduk yang belum terdaftar JKN dan masih terdapat peserta PBPU mandiri yang menunggak," katanya.
Berdasarkan hal tersebut, ia berharap, kerja sama BPJS Kesehatan dengan mitra JKN dalam program donasi ini mampu memberi dukungan dan memberi kesempatan masyarakat kurang mampu atau terkendala iuran (menunggak) agar tetap mendapatkan akses layanan kesehatan.
Sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang berpartisipasi dalam kerja sama tersebut, yaitu RSA UGM, Rumah Sakit UAD, Rumah Sakit Queen Latifa, Rumah Sakit Islam Yogyakarta PDHI.
Selain itu, beberapa klinik kesehatan, seperti Klinik Delima, Klinik Sayang Keluarga, dan Klinik RH Medika.
Selain itu, dukungan juga datang dari sektor lain, yaitu Bank Sleman dan PT Indikarya.
Irfan berharap, dengan banyak partisipasi berasal dari berbagai pihak, masyarakat Kabupaten Sleman memiliki jaminan dalam mengakses layanan kesehatan.