Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Bantul mencatat sekitar 32 ribu wisatawan melakukan kunjungan ke destinasi wisata di wilayah Bantul pada momentum libur panjang Hari Raya Iduladha dan Hari Lahir Pancasila tahun ini.

"32 ribu kunjungan itu berdasarkan perhitungan selama periode 27 Mei hingga 1 Juni 2026," kata Sub Koordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dispar Bantul, Markus Purnomo Adi, di Yogyakarta, Selasa.

Menurutnya, objek wisata di Kawasan Parangtritis masih menjadi tujuan favorit para wisatawan jika dibandingkan dengan objek wisata lainnya di wilayah Bantul.

“Dominasinya masih di kawasan Parangtritis," katanya.

Namun, lanjut Markus, objek wisata pantai di sisi barat yakni deretan Pantai Goa Cemara, Pantai Kuwaru, Pantai Baru dan beberapa lokasi lainnya juga dinilai cukup ramai pada libur panjang ini.

"Dari 32 ribu kunjungan, mungkin sepertiganya itu ke pantai di wilayah barat,” kata Markus.

Menurutnya, rata-rata jumlah kunjungan wisatawan per hari di libur panjang Iduladha tahun ini cenderung lebih sedikit jika dibandingkan pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Iduladha tahun kemarin kunjungannya sebanyak 24.831 orang selama tiga hari, rata-rata per harinya 8 ribu wisatawan, pada tahun ini liburnya enam hari rata-rata kunjungan per hari 5 ribu orang,” jelasnya.

Penurunan tersebut, lanjut Markus, dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya diduga karena menurunnya daya beli masyarakat imbas dari situasi geopolitik yang tengah berkonflik.

"Pertama, memang daya beli masyarakat yang sedang menurun, lalu kondisi konflik global sehingga wisatawan yang jalurnya melewati Timur Tengah akan berpikir dua kali untuk berkunjung,” kata Markus.

Ia juga menyebut banyaknya kemunculan objek wisata baru di daerah lain yang dekat dengan Bantul juga menjadi salah satu dugaan penyebab penurunan kunjungan tersebut, terlebih destinasi wisata yang tengah ramai di media sosial.

"Jadi kemungkinan wisatawan justru berkunjung ke sana,” katanya