Logo Header Antaranews Jogja

Warga singkirkan puing rumah akibat angin kencang

Jumat, 6 April 2012 13:32 WIB
Image Print
Guru dan siswa membersihkan ruang kelas yang rusak akibat angin kencang (Foto ANTARA/Noveradika)

Jogja (ANTARA) - Warga di sejumlah lokasi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dilanda angin kencang menyingkirkan batang pohon tumbang serta puing rumah yang rusak, dengan dibantu relawan, Jumat.

Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Sleman Endah Sri Widiastuti mengatakan sejumlah relawan dari SAR Kabupaten Sleman, dan PMI Kecamatan Pakem membantu warga masyarakat membersihkan batang pohon yang tumbang serta puing rumah yang rusak akibat terjangan angin kencang pada Kamis (5/4) sore.

Mereka bersama-sama menyingkirkan batang pohon yang menimpa sejumlah rumah di Dusun Bakalan, Desa Sumberadi, Kecamatan Mlati. Para relawan juga membantu membersihkan puing-puing rumah yang rusak serta memperbaiki untuk yang rusak ringan.

"Di Dusun Bakalan terdapat 37 rumah warga yang rusak, 16 di antaranya rusak berat, 21 rusak ringan, satu mushola rusak ringan dan satu ruang kelas SD Bedhelan rusak berat serta tiga ruang kelas rusak ringan," katanya.

Menurut dia, kerusakan juga terjadi di Dusun Cabakan, Desa Sumberadi yang meliputi 10 unit rumah, sembilan diantaranya rusak berat.

"Sedangkan di Dusun Sayidan 14 rumah rusak, satu orang mengalamu patah kaki dan satu unit mobil tertimpa pohon, sementara di Dusun Senden, Sumberadi tujuh rumah mengalami kerusakan," katanya.

Ia mengatakan, untuk kejadian angin kencang yang menimpa Desa Margomulyo, Kecamatan Seyegan diantaranya di Dusun Mangsel terdapat empat rumah rusak, di Dusun Daplokan 11 rumah rusak dan satu warga terluka dan di Dusun Kamal dua rumah rusak.

"Sedangkan di Dusun Kanthongan, Desa Triharjo, Kecamatan Sleman satu orang mengalami luka akibat tertimpa pohon," katanya.

Endah mengatakan, untuk sementara ini kerugian akibat bencana angin kencang tersebut mencapai Rp161 juta.

"Namun angka ini kemungkinan bisa bertambah karena dari Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Sleman masih terus melakukan pendataan, dan juga masih ada korban yang mungkin belum melapor," katanya.

Ia mengatakan sesuai dengan instruksi Bupati Sleman Sri Purnomo diharapkan para korban dapat segera melapor sehingga pendataan dapat cepat selesai. "Jika pendataan selesai maka akan dapat segera disalurkan bantuan bagi para korban," katanya. (V001)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026