Logo Header Antaranews Jogja

Warga merapi diminta ikut menjaga jembatan gantung

Sabtu, 28 April 2012 12:55 WIB
Image Print
Jembatan gantung merapi (Foto Antara/Anis Efizudin)

Boyolali (ANTARA Jogja) - Warga lereng Gunung Merapi di Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali Jawa Tengah diminta ikut menjaga lima jembatan gantung senilai Rp38 miliar agar usianya lebih lama.

"Kami minta warga sekitar ikut menjaga dan memiliki jembatan gantung ini, supaya usianya lebih lama hingga 10 tahun mendatang," kata Bupati Boyolali Seno Samodro di sela-sela peresmian jembatan gantung di Salaran, Desa Jrakah, Selo Boyolali, Sabtu.

Peresmian lima jembatan gantung di Kecamatan Selo Boyolali itu, rencana sebelumnya dilakukan oleh Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto. Tetapi, Menteri PU berhalang hadir sehingga Bupati Seno Samodro melakukan peresmian tersebut.

Menurut Bupati, pembangunan lima jembatan di Selo tersebut merupakan bantuan dana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam rangka pemulihan pascabencana erupsi Merapi.

Bupati berharap dengan dioperasikan lima jembatan gantung tersebut, warga sekitar dapat memanfaakan dengan baik sesuai aturan yakni tonase maksimum tiga ton.

Selain itu, kata Bupati, pemanfaatan jembatan gantung tersebut juga diharapkan mampu memulihkan perekonomian di lereng Merapi khususnya di tiga desa, yakni Jrakah, Klakah dan Tlogolele.

Bupati menjelaskan, dengan jembatan gantung tersebut khusus untuk para siswa bisa berangkat sekolah dengan lancar dan bersekolah hingga jenjang yang lebih tinggi.

"Kami meminta para orang tua untuk menyekolahkan putranya hingga keperguruan tinggi. Selo akan memiliki banyak sarjana sehingga mereka mampu meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan daerahnya," kata Bupati.

Meskipun dari lima jembatan gantung di lereng Merapi ini ada beberapa titik yang belum selesai, tetapi pihak kontraktor diharapkan segera menyelesaaikan hingga pertengahan Mei mendatang.
Lima jembatan gantung di Selo, yakni Salaran Dukuh Sepi, Kajor, Ladon Sepi, sedangkan jembatan lain Windu di Desa Klakah dan Takeran (Tlogolele) sudah hampir selesai pengerjaannya.

Kepala Sub Bidang Perlindungan dan Pemberdayaan pengungsi BNPB Joni Sumbung yang mewakili Kepala BNPB Syamsul Maarif mengatakan, jembatan gantung itu diharapkan dapat dimanfaatkan warga sekitar.

Menurut dia, warga Merapi sudah bisa mengakses keluar masuk desa dengan lancar dan perekonomian akan pulih tahap demi tahap setelah daerah ini dilanda bencana erupsi pada 2010.

"Warga dapat memanfaatkan jembatan dan perekonomian akan pulih serta meningkat," katanya.
(B018)



Pewarta :
Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026