Logo Header Antaranews Jogja

Mahasiswa tolak RUU PT

Rabu, 2 Mei 2012 13:15 WIB
Image Print
FOTO ANTARA/Noveradika

Yogyakarta (ANTARA Jogja) - Puluhan mahasiswa berasal dari beberapa elemen menggelar aksi menolak Rancangan Undang-Undang Perguruan Tinggi yang dilakukan bersamaan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional, Rabu.

"Rancangan Undang-Undang Perguruan Tinggi (RUU PT), hanya akan membuat pendidikan di Indonesia semakin tereduksi," kata Koordinator Lapangan Aksi Demonstrasi dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Latif Aminudin saat menggelar aksi di depan Rumah Dinas Wali Kota Yogyakarta.

Menurut dia, jika pemerintah dan DPR menetapkan Undang-Undang Perguruan Tinggi tersebut, maka biaya pendidikan akan semakin tinggi sehingga dimungkinkan akan banyak mahasiswa yang tidak bisa menyelesaikan pendidikannya karena kekurangan biaya.

Dengan banyaknya warga yang tidak bisa mendapatkan pendidikan, Lutfi mengkhawatirkan akan banyak warga yang semakin bodoh dan yang dirugikan adalah Indonesia itu sendiri.

Selain menolak RUU PT, mahasiswa yang berasal dari Fakultas Filsafat dan Sosiologi Pendidikan Program Studi Kebijakan Pendidikan UNY tersebut juga berharap, pendidikan di Indonesia dapat dikembalikan seperti pemikiran Ki Hadjar Dewantara.

Pendidikan yang diharapkan oleh tokoh pendiri Taman Siswa tersebut adalah pendidikan yang membebaskan dan memanusiakan manusia.

"Lembaga pendidikan seharusnya diibaratkan sebagai `bengkel`. Siswa dalam kondisi apapun harus bisa diperbaiki dengan tetap menjaga martabatnya sebagai manusia," katanya.

Kelompok mahasiswa UNY tersebut mengawali aksinya dari Kampus UNY dan kemudian melakukan longmarch melalui Jalan Gejayan, menuju simpang tiga Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Jalan Ipda Tut Harsono dan mengakhiri aksinya di Taman Makam Wiyata Brata yang menjadi makam Ki Hadjar Dewantara untuk berziarah.

Sementara itu, Forum Mahasiswa Yogyakarta (FMY) yang menggelar aksi di depan kampus Universitas Sarjanawiyata Taman Siswa, juga menolak secara tegas RUU PT.

"Kami menolak RUU PT karena itu sama saja dengan memperjualbelikan pendidikan. RUU itu sama saja dengan UU Badan Hukum Pendidikan. Artinya, sistem pendidikan di Indonesia tidak pernah maju," katanya.

FMY yang terdiri dari mahasiswa dari berbagai universitas tersebut kemudian akan melakukan longmarch menuju kampus Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
(E013)



Pewarta :
Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026