Logo Header Antaranews Jogja

23 toko di Pasar Aur Kuning terbakar

Senin, 14 Mei 2012 12:39 WIB
Image Print
Foto ilustrasi kebakaran rumah (foto ANTARA / Dok)

Bukittinggi (ANTARA Jogja) - Sebanyak 23 unit toko di Blok H komplek pertokoan pasar Simpang Aur Kuning Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, hangus terbakar pada Senin pagi.

Kepala Unit Pasar Simpang Aur Kuning Kota Bukittinggi Rozermios di Bukittinggi, Senin menyebutkan, kebakaran yang menghanguskan 23 unit petak toko tersebut masih dalam penyelidikan polisi.

"Polisi telah datang ke lokasi dan mengambil sejumlah barang bukti demi kepentingan penyelidikan," kata dia.

"Dugaan sementara, sumber api berasal dari korsleting listrik," kata dia.

Menurut dia, diperkirakan kerugian atas peristiwa tersebut mencapai miliaran rupiah.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 03.45 WIB tersebut berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran sekitar 30 menit kemudian.

"Satu unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Agam dan Kota Padangpanjang turun membantu petugas pemadam Bukittinggi," kata dia.

Dikatakannya, ke-23 unit toko yang terbakar tersebut pada umumnya menjual pakaian.

Pasar Simpang Aur Kuning Kota Bukittinggi merupakan pasar konveksi terbesar di pulau Sumatera. Pedagang yang datang membeli pakaian ke pasar itu berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, sejumlah pedagang pakaian dari pulau Jawa, juga ada yang datang membeli pakaian ke pasar Aur Kuning ini.

"Kalau tidak cepat dipadamkan, kemungkinan ratusan toko di pasar terbesar di pulau Sumatera ini akan menjadi lautan api," katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bukittinggi Zulfider, menyebutkan, bawah pihaknya telah menerjunkan lima unit mobil pemadam kebakaran dan dibantu satu unit dari Kabupaten Agam dan Padangpanjang.

"Terlambat sedikit saja, ratusan toko di pasar Simpang Aur Kuning tersebut akan membara. Alhamdulillah petugas yang dibantu dari Padangpanjang dan Kabupaten Agam bertindak cepat, sehingga api dapat dipadamkan 30 menit kemudian," kata dia.
(T.KR-HMR)



Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026