
Perputaran uang meningkat 20 persen

Jogja (ANTARA Jogja) - Perputaran uang di Daerah Istimewa Yogyakarta selama Januari-Mei 2012 meningkat sekitar 20 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, kata Kepala Seksi Kas Uang Kantor Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta, Suyatno.
"Jumlah uang masuk (inflow) pada Januari-Mei 2012 mencapai Rp847,9 miliar, naik dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp364,5 miliar. Jumlah uang keluar (outflow) pada Januari-Mei 2012 mencapai Rp691,1 miliar, naik dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp473,8 miliar," katanya di Yogyakarta, Rabu.
Menurut dia, gejala "inflow" tahun ini lebih besar, tetapi sirkulasi uang tunai yang dilakukan perbankan maupun masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan terjadi "outflow". "Outflow" paling tinggi terjadi pada saat libur sekolah, Lebaran, Natal, dan tahun baru.
"Selama libur sekolah hingga Lebaran 2012 diperkirakan akan terjadi kenaikan dua kali lipat dari rata-rata penarikan bulan biasa sekitar Rp700 miliar," katanya.
Oleh karena itu, menurut dia, perbankan mulai menyiapkan uang tunai di anjungan tunai mandiri (ATM) menghadapi tingginya kunjungan wisatawan ke DIY selama liburan.
"Jika kekurangan uang, biasanya bank juga menarik dana antarbank baru mengambil cadangan uang kartal dari bank sentral," katanya.
Ia mengatakan kebutuhan uang tunai di DIY masih cukup tinggi karena aktivitas perekonomian yang terus meningkat. Hal itu disebabkan DIY sebagai daerah tujuan wisata, sehingga perputaran uang baik "inflow" maupun "outflow" cukup tinggi.
"Selama 2011 tercatat `inflow` mencapai Rp6,3 triliun, dan `outflow` Rp7,4 triliun. Pada 2011 `outflow` lebih dominan dibandingkan dengan `inflow`," kata Suyatno.
(B015)
Pewarta :
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
