Logo Header Antaranews Jogja

Rapimnas Golkar hanya bahas cawapres

Minggu, 24 Juni 2012 20:34 WIB
Image Print
Partai Golkar

Jogja (ANTARA Jogja) - Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar hanya akan membahas calon wakil presiden yang akan mendampingi calon presiden dari partai itu, kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat partai berlambang pohon beringin Priyo Budi Santoso.

"Jadi, Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) III nanti tidak akan membahas calon presiden (capres), karena aspirasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar seluruh Indonesia sudah jelas mencalonkan Aburizal Bakrie sebagai capres pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2014," katanya di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu.

Dalam rapimnas nanti, menurut dia usai deklarasi "Aburizal Bakrie (ARB) for President 2014-2019", akan dibahas mekanisme pencalonan cawapres yang mendampingi capres dari Golkar yang akan ditetapkan secara resmi pada 1 Juli 2012.

"Dalam rampinas nanti juga belum ada nama cawapres jadi yang akan diumumkan untuk mendampingi capres Golkar. Namun, nama tersebut akan muncul pada waktunya dan kami berharap mendapatkan cawapres yang terbaik," kata Priyo yang juga Wakil Ketua DPR RI.

Ia mengatakan, pada saatnya nanti pasti akan diumumkan siapa cawapres yang akan mendampingi capres dari Golkar. Jika saat ini sudah muncul nama-nama cawapres itu hal yang wajar.

"Saat ini memang telah beredar beberapa nama cawapres yang diajukan oleh beberapa daerah, tetapi hal itu biar berjalan secara alamiah," katanya.

Menurut dia, Golkar DIY merupakan yang pertama kali secara resmi mengusung dan mengusulkan nama Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai cawapres mendampingi Aburizal Bakrie.

Sosok Sultan, kata dia, adalah tokoh nasional kaliber berat yang tidak perlu lagi dipertanyakan komitmennya terhadap rakyat. Sultan merupakan tokoh Jawa yang menasional.

"Namun, usulan itu harus ditanyakan terlebih dulu kepada beliau apakah bersedia atau tidak menjadi cawapres dari Partai Golkar," kata Priyo.

Ketua DPD Partai Golkar DIY Gandung Pardiman mengatakan, Sultan yang merupakan Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Gubernur DIY resmi dipilih sebagai cawapres dari Golkar pada Pemilu 2014.

"Kami secara resmi mengusung dan mengusulkan Sultan sebagai cawapres untuk mendampingi capres Aburizal Bakrie pada Pemilu 2014. Sultan dipilih sebagai cawapres karena tidak ada sosok yang lain yang sepadan dengan beliau," katanya.

(B015)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026