
Aparatur Sleman harus mendukung pengendalian BBM bersubsidi

Sleman (ANTARA Jogja) - Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Sunartono menegaskan seluruh aparatur pemerintah di lingkungan Pemkab Sleman harus mendukung serta melaksanakan secara tertib dan bertanggung jawab kebijakan pemerintah untuk menghemat bahan bakar minyak.
"Dalam menyikapi semakin menipisnya cadangan minyak, Pemkab Sleman sendiri telah mengembangkan berbagai sumber energi alternatif yang ada di Sleman," kata Sunartono seusai pembukaan Diklat Tenaga Penyuluh Pengendali Bahan Bakar Minyak Bersubsidi, Kamis.
Menurut dia, pemanfaatan energi alternatif menjadi salah satu alternatif kebijakan untuk mewujudkan kualitas sumber daya alam yang lestari dan berkelanjutan dengan peran serta masyarakat dan swasta.
"Kebijakan tersebut telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM Daerah) Kabupaten Sleman 2010-2015," katanya.
Ia mengatakan, berdasarkan penelitian, konsumsi energi Indonesia meningkat sebesar 10 persen per tahun.
"Apabila tingkat konsumsi energi tersebut tidak dikurangi atau dicari sumber energi baru, maka cadangan minyak bumi akan habis dalam waktu 10 tahun, gas alam akan habis dalam kurun waktu 30 tahun, batu bara akan habis dalam waktu 50 tahun," katanya.
Sunartono mengatakan, di tengah cadangan energi yang kian menipis, khususnya BBM, maka jelas keadaan ini sangat mengkhawatirkan. Dalam situasi seperti ini, maka semua harus berusaha menghemat penggunaan BBM dengan berupaya mengendalikan penggunaannya di masyarakat.
"Sebelum program pengendalilan BBM diterapkan pada masyarakat secara luas, terlebih dahulu, di kalangan pemerintah daerah harus menjadi teladan dan contoh dalam menghemat penggunaan BBM ini," katanya.
(U.V001)
Pewarta :
Editor:
Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
