
Analis: investor cermati rilis data ekonomi global

Hal ini menyusul kejatuhan Indeks Dow Jones setelah IMF menurunkan pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2012 dan 2013 serta mengecewakannya penjualan ritel Amerika Serikat," Equity Analyst BNI Securities, Viviet S. Putri
Jakarta (ANTARA Jogja) - Perkembangan pasar yang dipenuhi rilis data ekonomi global membuat investor memfokuskan perhatiannya pada data-data tersebut sehingga akan memberi imbas pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Equity Analyst BNI Securities, Viviet S. Putri, di Jakarta Selasa mengatakan investor berharap mendapat gambaran yang jelas dari kebijakan moneter The Fed, yang akan disampaikan dalam pidato Ben Benarke pada pertemuan tengah tahunan dengan Kongres AS.
"Namun kami melihat lihat kebijakan QE3 yang diharapkan bukan merupakan solusi yang tepat," katanya.
Ia menambahkan data ekonomi AS yang rilis pekan ini antara lain adalah inflasi, "leading economic indicator" dan data penjualan mobil dan barang konsumsi lainnya serta berbagai data ini diperkirakan akan memberikan sentimen positif ke bursa global.
Meskipun begitu, memburuknya data dari China bisa membuat peluang pergerakan terbatas pada transaksi perdagangan di bursa saham dalam negeri Selasa ini.
"Indeks akan bergerak pada kisaran 4.010-4.070," katanya.
Untuk saham yang direkomendasikan antara lain PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Sementara Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang, mengungkapkan sinyal "minor profit taking" akan berlanjut terhadap IHSG.
"Hal ini menyusul kejatuhan Indeks Dow Jones setelah IMF menurunkan pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2012 dan 2013 serta mengecewakannya penjualan ritel Amerika Serikat," terangnya.
(KR-IAZ)
Pewarta :
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
