Logo Header Antaranews Jogja

Penjualan gerabah Kasongan Bantul meningkat

Jumat, 20 Juli 2012 14:00 WIB
Image Print

Bantul (ANTARA Jogja) - Penjualan produk kerajinan gerabah asal Desa Wisata Kasongan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada pekan ini meningkat dibanding sebelumnya.

"Pesanan meningkat hingga 50 persen dibanding pekan-pekan sebelumnya," kata pemilik toko keramik dan barang kerajinan tangan `Japung` di Kasongan, Bantul, Ambarwati melalui karyawannya, Naning Kawati, Jumat.

Menurut dia, pada pekan sebelumnya pengiriman produk kerajinan berupa guci balutan kaca, dan satu set meja kursi ke berbagai daerah rata-rata hanya satu truk kontainer.

Itu pun, kata dia, kadang-kadang truk kontainer tidak terisi penuh barang kerajinan.

"Pekan ini sudah dua kali pengiriman, satu di antaranya ke India. Nilai transaksinya lebih besar dari pekan sebelumnya yang hanya sejutaan rupiah. Kini bisa mencapai Rp16 juta," katanya.

Ia mengatakan barang kerajinan yang dihasilkan antara lain guci dan meja serta kursi.

Guci balutan kaca tersebut dikembangkan sejak dua tahun terakhir, namun peminatnya banyak dari luar negeri.

"Peminat guci jenis ini memang sebagian besar dari luar negeri, namun untuk gerabah, meja dan kursi peminatnya sebagian besar konsumen lokal," katanya.

Menurut dia, guci tersebut biasanya digunakan sebagai hiasan interior.

Ia mengatakan guci balutan kaca yang dihasilkannya merupakan idenya sendiri. "Sejumlah pemilik usaha serupa di Kasongan, kini mulai meniru kemasan tersebut," katanya.

Menurut dia, guci balutan kerang yang dihasilkannya seharga Rp250 ribu hingga Rp450 ribu per guci. Harga tergantung ukuran dan tinggi, namun bentuk barang kerajinan sama.

Ia menambahkan, dalam sebulan dirinya mengirim barang kerajinan ke berbagai daerah dan luar negeri antara dua hingga empat truk kontainer besar. Setiap kontainer bisa berisi hingga 500 barang kerajinan.

"Kami selalu menggunakan kontainer besar. Pada kondisi biasa, ekspor kerajinan hanya dua kontainer. Kalau sedang ramai, ekspor kami bisa mencapai empat kontainer," katanya.

(T.KR-HRI)



Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026