Logo Header Antaranews Jogja

Rupiah pagi stagnan di Rp9.464 per dolar

Selasa, 31 Juli 2012 10:58 WIB
Image Print
Ilustrasi (Foto Antara)

Jakarta (ANTARA Jogja) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Selasa pagi belum bergerak nilainya atau stagnan di posisi Rp9.464 per dolar AS.

"Pergerakan rupiah pada pekan ini cenderung sempit sehingga tidak banyak berubah," kata Kepala Divisi Riset dan Analis PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, pekan ini banyak data dan agenda yang ditunggu oleh pelaku pasar untuk memberikan arah bagi pergerakan instrumen pasar keuangan selanjutnya.

Ia menambahkan, pengumuman kebijakan moneter dari bank sentral AS akan menjawab ekspektasi pasar terhadap kebijakan pelonggaran kuantitatif tiga (QE3).

"Namun sebagian analis berpendapat bahwa QE3 tidak akan dirilis bulan ini. Bila ekspektasi QE3 kandas, dolar AS akan kembali menguat," katanya.

Ia mengemukakan, pasar mengharapkan Bank Sentral Eropa (ECB) dapat berbuat lebih untuk membantu kondisi negara kawasan Euro. Kalangan analis memprediksi tidak akan ada penurunan suku bunga namun mengharapkan ada penggelontoran kebijakan pinjaman lunak dan pembelian obligasi pemerintah di pasar sekunder.

"Pekan lalu, dolar AS melemah terhadap mata uang utama dunia yang menandakan kepercayaan pelaku pasar terhadap aset beresiko mulai meninggi. Hal itu tidak terlepas dari pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oleh para pejabat bank sentral dan pemerintahan Eropa melakukan segala tindakan untuk menjamin keberadaan euro," kata dia.

Analis Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih menambahkan, rupiah mempunyai potensi pelemahan terhadap dolar AS seiring sentimen di pasar masih "mixed".

Ia mengatakan, The Fed mensinyalkan untuk menurunkan suku bunga dari giro wajib minimum (GWM) yang ditempatkan perbankan sebagai upaya mendorong kredit dan memulihkan ekonomi dari perlambatan saat ini terjadi di AS sebagai dampak pelemahan ekonomi UE.

"Sinyal The Fed dapat mengangkat mata uang dolar AS menguat terhadap nilia tukar utama dunia lainnya," kata dia.

(T.KR-ZMF)



Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026