Logo Header Antaranews Jogja

Korban Merapi harus pindah dari hunian sementara

Sabtu, 4 Agustus 2012 16:53 WIB
Image Print
Hunian sementara korban erupsi Merapi (antaranews.com)

Jogja (ANTARA Jogja) - Korban erupsi Gunung Merapi dan banjir lahar dingin yang tinggal di hunian sementara Dongkelsari dan Gondang III, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, harus mengosongkan tempat itu dan pindah ke tempat lain menjelang Lebaran 2012.

"Pemerintah desa meminta kami untuk mengosongkan hunian sementara, karena di lokasi tersebut akan dibangun hunian tetap. Saat ini warga yang tinggal di hunian sementara sudah pindah, dan menyebar di sejumlah tempat," kata salah satu penghuni hunian sementara Dongkelsari, Lanjar, Sabtu.

Menurut dia, sebelumnya hunian sementara Dongkelsari ditempati sekitar 104 kepala keluarga (KK). Namun, saat ini sudah kosong dan warga ada yang mengungsi di tempat saudara, atau mendirikan gubuk di lokasi lama yang terdampak erupsi Merapi di Dusun Gungan.

"Saya dan beberapa warga lainnya sekitar 15 KK, memilih membangun gubuk di tepi Sungai Gendol, Dusun Gungan. Karena kalau harus mengungsi ke tempat saudara, nanti khawatir merepotkan. Mendingan di sini saja, sekalian bisa bekerja menambang pasir material erupsi yang menimbun pekarangan kami," katanya.

Ia mengatakan pemerintah Desa Wukirsari menyatakan pembangunan hunian tetap dijanjikan akan selesai pada akhir 2012.

"Katanya nanti kalau pembangunan hunian tetap selesai, kami akan kembali ditempatkan ke Dongkelsari," katanya.

Sementara itu, untuk warga yang tinggal di hunian sementara Gondang III Desa Wukirsari, yang sebagian merupakan warga Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, belum membongkar huniannya, dan menunggu sampai usai Lebaran nanti.

"Memang sudah ada permintaan dari pemerintah Desa Wukirsari agar warga kami yang di hunian sementara Gondang III segera mengosongkan tempa tersebutt," kata Kepala Desa Kepuharjo Heri Suprapto.

Menurut dia, pihaknya sengaja meminta warga yang tinggal di Gondang III untuk tidak membongkar lebih dulu tempat huniannya.

"Kami kasihan, menjelang Lebaran kok malah diminta untuk meninggalkan hunian sementara. Apalagi mereka yang tidak memiliki tempat untuk tinggal sementara," katanya.

(V001)



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026