Omzet pedagang klithikan naik 500 persen

id pedagang klithikan

Ilustrasi pedagang klithikan (antarafoto.com)

Jogja (ANTARA Jogja) - Omzet pedagang di Pasar Klithikan naik sebesar 400-500 persen hingga pertengahan bulan puasa dibanding hari biasa.

"Soal omzet sudah tentu mengalami kenaikan. Bisa dilihat dari jumlah barang yang terjual mengalami kenaikan hingga lima kali lipat dibanding hari biasa," kata Ketua Komunitas Pedagang Pasar Klithikan (Kompak) Faturachman di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, pada hari biasa jumlah barang yang terjual rata-rata 10 buah per hari dan saat libur panjang sekolah mencapai 40 hingga 50 buah per hari, sedang saat bulan puasa bisa mencapai 80 hingga 100 buah per hari.

Faturachman mengatakan, selama beberapa bulan terakhir, peningkatan omzet pedagang di Pasar Klithikan sangat terbantu dengan adanya kegiatan Promo Pasar Tradisional yang digelar selama tiga bulan, dari Maret hingga Mei.

"Promo pasar tersebut digelar saat sepi pembeli. Setelah promo pasar kemudian disambung libur panjang sekolah dan kini bulan puasa sehingga penjualan pun terus membaik," katanya.

Ia menyebut, produk fashion masih menjadi barang yang cukup banyak diburu pembeli saat bulan puasa, sedang barang elektronik yang juga dijual di pasar tersebut tidak mengalami peningkatan pembelian yang signifikan seperti produk fashion.

Pengamanan pasar untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung selama bulan puasa dan libur Lebaran, lanjut dia, dilakukan secara terpadu antara petugas keamanan dan ketertiban dari paguyuban dibantu Kepolisian Sektor Wirobrajan.

Di Pasar Klithikan terdapat sekitar 300 pedagang produk fashion dari total 850 pedagang di pasar tersebut. Sebagian besar pedagang produk fashion di Pasar Klithikan memperoleh barang dagangan dari Bandung.

"Sekitar 70 persen pembeli di Pasar Klithikan adalah warga Yogyakarta, sisanya baru warga luar kota termasuk wisatawan asing," katanya.

Sebelumnya, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Beringharjo Ujun Junaedi mengatakan, omzet pedagang sudah naik sejak awal bulan puasa dan kini sudah mencapai lebih 100 persen dibanding hari biasanya.

"Pedagang grosir yang biasanya memiliki omzet Rp15 juta per hari kini omzetnya sudah bisa mencapai sekitar Rp45 juta per hari," katanya.

Barang fashion kebutuhan Lebaran, lanjut Ujun, masih menjadi barang yang paling banyak diburu pembeli di antaranya gamis jumputan dan kemeja kotak-kotak.

Selama Ramadhan dan libur Lebaran, petugas keamanan yang diterjunkan di Pasar Beringharjo berjumlah 34 orang. Pada H-7 hingga H+7, petugas keamanan tersebut juga akan merangkap sebagai pemandu bagi pembeli karena dimungkinkan akan ada banyak pembeli dari luar daerah.
(E013)

Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar