Logo Header Antaranews Jogja

Dispertan perluasan lahan tebu 30 hektare

Selasa, 14 Agustus 2012 12:25 WIB
Image Print
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Kulon Progo, Muhammad Aris Nugroho (Foto ANTARA/Mamiek)

Jogja (ANTARA Jogja) - Bidang Perkebunan Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mempunyai sasaran melakukan perluasan lahan tebu 30 hektare pada 2012.

"Perluasan area perkebunan tebu di Kulon Progo sebagai upaya melaksanakan kebijakan Kementerian Pertanian, bahwa 2014, Indonesia swasembada gula pasir," kata Kepala Bidang Perkebunan, Muhammad Aris Nugroho di Kulon Progo, Selasa.

Ia mengatakan, untuk mencapai sasaran tersebut, upaya perluasan kebun tebu lebih diintensifkan dengan memanfaatkan lahan-lahan yang tidak produktif.

Oleh sebab itu sosialisasi kepada masyarakat terus dilakukan untuk memanfaatkan lahan kering atau lahan yang tidak produktif untuk ditanamami tebu, ujar Muhammad Aris Nugroho.

Ia mengharapkan kepada masyarakat, khususnya petani untuk menanam tebu di lahan kering atau pekarangan yang kosong.

Luas lahan tebu, pada 2011 baru mencapai 550 hektare, dan pada 2012 ini ditargetkat bertambah 30 hektare.

Lahan tebu di Kulon Progo mengalami peningkatan setiap tahunnya, meski lahan tebu tidak seluas pada tahun 1990-an.

Sasaran lokasi pengembangan lahan tebu, kata Aris, meliputi Kecamatan Samigaluh, Kalibawang, Temon dan Lendah. Untuk saat ini, area perluasan lahan tebu masih di Kecamatan Lendah.

"Pada saat program tebu rakyat intensifikasi (TRI), luas area tebu di Kulon Progo mencapai 950 hektare, tetapi seiring perubahan waktu, area lahan tebu terus berkurang. Namun, pada 2008, luas areal kembali bertambah, hingga saat ini mencapai 550 hektare," kata Aris.

Menurut dia, penanaman tebu dapat dilakukan dengan dua model yakni pola kemitraan dengan PG Madukismo dan pola tebu mandiri atau pengerjaan dilakukan masyarakat dan tebunya juga dijual ke PG Madukismo.

(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026