
Pemkab Sleman Siap Layani Pemudik

Sleman (ANTARA Jogja) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta siap untuk memberikan pelayanan dan kemudahan bagi para pemudik yang datang ke wilayah ini maupun yang hanya sekadar melintas.
"Bupati Sleman meminta untuk mengantisipasi adanya kemacetan dan kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi pada musim mudik lebaran, Dinas Hubkominfo perlu melakukan rencana operasi angkutan lebaran mulai 12 hingga 27 Agustus 2012," kata Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Sleman Endah Sri Widiastuti, Selasa.
Menurut dia, hal tersebut dilakukan mengingat puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada H-3 lebaran (16/8) sedangkan puncak arus balik terjadi pada H+4 (24/8).
"Secara garis besar kondisi jalan utama di Kabupaten Sleman dalam kondisi baik sedangkan perbaikan ringan seperti penambalan aspal dan lainnya, ditargetkan akan selesai pada H-3 lebaran," katanya.
Ia mengatakan, bagi pemudik dari luar Yogyakarta, Bupati Sleman mengingatkan perlunya mewaspadai beberapa ruas jalan yang seringkali menjadi titik kemacetan yang disebabkan adanya kegiatan masyarakat lokal di daerah tersebut seperti misalnya adanya pasar tumpah di Jalan Wates (sekitar Pasar Gamping).
"Titik rawan kemacetan lain yang perlu diwaspadai juga adalah Jalan Magelang, Jalan Affandi, Jalan Godean, Jalan Kaliurang (sekitar Barek dan Pasar Kolombo) serta Jalan Solo (sekitar Maguwohrajo dan UIN Kalijaga)," katanya.
Endah mengatakan, pemudik juga diimbau untuk berhati-hati di beberapa ruas jalan rawan kecelakaan seperti misalnya di Jalan Magelang, Jalan Wates (Km 4-8), Jalan Solo (Km 11-15) dan Ring road utara.
"Untuk mengantisipasi kemacetan dan kecelakaan yang mungkin terjadi, Dishubkominfo Sleman melakukan pengaturan lalu lintas dan angkutan barang dengan upaya seperti diantaranya pengalihan lalu lintas dengan sistem buka tutup, penutupan jembatan timbang dan pemanfaatan rest area menjadi posko kesehatan dan layanan pemudik (H-7 hingga H+7)," katanya.
Ia mengatakan, Dishubkominfo juga telah memantau perkiraan tingginya jumlah pengguna kendaraan umum di Kabupaten Sleman.
"Pada tahun ini diperkirakan jumlah penumpang angkutan darat meningkat 10 persen dari 2011 hingga 114.176. Jumlah ini telah diantisipasi dengan ketersediaan 4.028 bus penumpang," katanya.
Sedangkan jumlah pemudik dengan kendaraan pribadi tahun ini diperkirakan naik dari 15 hingga 25 perseb yakni kurang lebih 3.356.185 sepeda motor dan 1.409.607 mobil pribadi.
"Untuk mengantisipasi meluapnya jumlah kendaraan pada masa mudik Polres Sleman juga telah menjadwalkan operasi Ketupat yang mulai H-7, H+7. Tindakan preventif lain juga dilakukan oleh Kantor Kesbang dengan menyiapkan posko siaga kebakaran di perempatan Jombor, serta kesiapan Posko Kesehatan yang siap 24 jam di seluruh RSUD, RSUP dan sejumlah rumah sakit swasta serta pemberlakukan puskesmas siaga 24 jam di semua Puskesmas di Kabupaten Sleman," katanya.
(U.V001)
Pewarta :
Editor:
Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
