
Kapolda DIY pantau jalur mudik

Jogja (ANTARA ) - Kepolda Daerah Istimewa Yogyakarta, Brigjend Sabar Rahardjo memantau seluruh jalur lalu lintas pada H-1 arus mudik Lebaran 1433 Hijriah di wilayah setempat.
Kabid Humas Polda DIY, AKBP Anny Pudjiastuti di Kulon Progo, Sabtu mengatakan, berdasarkan pantauan langsung lalu lintas jalur mudik semua sangat bagus dan tidak ada kemacetan, baik jalur alternatif dan jalan nasional.
"Kondisi arus mudik di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta sangat aman dan tidak ada kemacetan," kata Anny.
Ia mengatakan, jajaran Polda DIY melakukan pemantaun di Pos Jombor, Pos PAM Gamping hingga Pos PAM Temon.
Pihaknya memprediksi angka kecelakaan lalu lintas dalam arus mudik tahun ini juga menurun.
"Kami belum merekap data secara keseluruhan, tetapi berdasarkan pantauan Polda dan laporan dari Pos PAM, kami optimistis anggka kecelakaan tahun ini mengalami penurunan," kata Anny.
Kepolisian juga mengimbau kepada pemudik yang menggunkanan kendaran pribadi khususnya sepeda motor untuk beralih menggunakan angkutan umum seperti bus, kereta atau angkutan Lebaran untuk mengurani angka kecelakaan.
"Berdasarkan data pemantauan lalu lintas arus mudik tahun lalu, angka kecelakaan didominasi oleh kecelakan sepeda motor. Hal ini disebabkan oleh tidak mengetahuinya medan yang ditempuh dan tidak kesiapan mental dari pemudik itu sendiri," kata dia.
Ia meminta kepada pemudik juga melakukan pengecekaan kendaraan sebelum mudik atau balik seperti pengecekan ban kendaraan, mesin, lampu dan surat-surat kendaraan.
Selain itu, juga mengingatkan bagi pengguna jasa anggkutan umum untuk mewaspadai bius atau gendam karena di DI Yogyakarta telah ditemukan dua kasus.
"Kami minta, jangan menggunakan perhiasan yang berlebihan dan mudah percaya kepada orang yang baru kenal kemudian memberikan makanan atau minuman. Diduga, sudah ditarus bius sebelumnya," kata Anny.
Untuk mengamakan arus mudik ini, Polda DIY bekerjasama dengan berbagai instansi seperti TNI, Dinas Perhubungan dan LSM.
(KR-STR)
Pewarta :
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
