Logo Header Antaranews Jogja

Masyarakat Tuksana konsumsi nasi jagung

Selasa, 11 September 2012 20:37 WIB
Image Print
Kalangan masyarakat dusun Taruban, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, makan nasi jagung sebagai makanan alternatif pengganti beras. (Foto ANTARA/Mamiek)

Kulon Progo (ANTARA Jogja) - Kalangan masyarakat Dusun Taruban, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai mengkonsumsi nasi jagung sebagai makanan alternatif pengganti beras.

"Satu tahun ini, kami sudah membiasakan makan nasi jagung sebagai pengganti nasi dan makanan selingan pengganti beras. Kadar karbohidrat yang terkandung dari nasi jagung juga banyak sekali. Maka sebagian masyarakat di sini menjadikan nasi jagung sebagai alternatif untuk pengganti beras," kata Ketua Kelompok "Tani Wanita Makmur", Pujiah di Kulon Progo, Selasa.

Cara pembuatan nasi jagung, kata Pujiah, jagung dihaluskan dengan cara ditumbuk atau digiling, kemudian direbus. setelah itu, dicampur dengan kelapa, garam kemudian dikukus. Menu nasi jagung ini disajikan bersama dengan sambal, ikan asin atau rempeyek teri, tempe, tahu dan pecel.

Selain dimasak sebagai nasi jagung, kata Pujiah, masyarakat juga mengolah jagung menjadi bahan makanan lainnya seperti rol jagung, ampok jagung, lapis jagung, koncong jagung.

"Menu makanan berbahan jagung ini menjadi makanan sehari-hari warga. Selain itu, masakannya ini dijual di pasar tradisional Nyoyol dan dititipkan disekolah-sekolah. Harganya juga murah, Rp1.500 hingga Rp2.000 per porsi," kata Pujiah.

Ia mengatakan, bahan baku jagung mudah didapat. Karena, hampir setiap rumah panen jagung. Harganya jagung sangat terjangkau, Rp2.500 per kilogram.

"Kami tidak pernah membeli jagung. Hasil panenan mampu mencukupi kebutuhan untuk enam bulan. Karena hasil panen jagung ditempat kami mencapai 8,17 ton per hektare jagung pipil kering. Ditempat kami, tidak pernah terjadi krisis pangan. Bahkan kami dapat menjual padi hasil panenan pada musin taman pertama dan kedua," kata dia.

Anggota "Tani Wanita Makmur", Rubiyah mengatakan, keluarganya sudah lama menjadikan jagung sebagai makanan pokok pengganti beras. Menurut dia, nasi jagung dapat membuat rasa kenyang tahan lama. Selain itu, nasi jagung dapat dimakan dengan berbagai laut seperti halnya dengan nasi dari beras.

"Kami sudah biasa makan nasi jagung. Kami juga makan umbi-umbian seperti ketela sebagai makanan pengganti atau selingan," kata dia.

(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026