Logo Header Antaranews Jogja

Menristek kurang puas dengan Puna buatan BPPT

Kamis, 11 Oktober 2012 22:46 WIB
Image Print
Ilustrasi pesawat intai tanpa awak. (Foto antaranews.com)

Jakarta (ANTARA Jogja) - Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta mengaku kurang puas dengan pesawat udara nir awak (Puna) buatan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

Saat menyaksikan demonstrasi pesawat tanpa awak jenis "Wulung" yang diterbangkan di atas landasan pacu Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis, Gusti, menilai pesawat tersebut suaranya terlalu bising.

"Seharusnya pesawat nir awak tidak mengeluarkan suara. Bisa-bisa ditembak musuh kalau pesawat nir awak kita suaranya seperti itu," kata Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) kepada wartawan.

Menurut Gusti, awalnya pesawat tanpa awak memang diprioritaskan untuk keperluan sipil seperti memantau wilayah di Indonesia. Namun dalam perkembangannya pesawat tersebut bisa dijadikan sebagai alat utama sistem persenjataan TNI.

Ia berharap BPPT dan Kementerian Pertahanan bisa melakukan pengembangan yang lebih baik jika pesawat tanpa awak tersebut ditujukan sebagai alat utama sistem persenjataan TNI.

"Untuk itu pesawat ini harus canggih, dan saya yakin BPPT bisa membuatnya," tambah Menristek.

Selain dari segi suara, Menristek juga mengkritik bahan dasar badan pesawat tersebut yang terbuat dari serat fiber. Ia berharap bisa diganti dengan bahan dasar lain yang lebih kuat. "Layaknya pesawat intai tanpa awak milik negara lain," ujarnya.

Namun demikian, Menristek mengaku tetap bangga, dan siap mempromosikan pesawat tanpa awak tersebut.

"Saya siap mempromosikan karya anak bangsa ini tahun depan, dan saya berharap teknologi untuk pesawat intai tadi tidak menggunakan teknologi dari negara lain," katanya.

(S024)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026