Logo Header Antaranews Jogja

Investor Amerika akan bangun turbin di Bantul

Rabu, 17 Oktober 2012 17:30 WIB
Image Print
Turbin angin (antaranews.com)

Bantul (ANTARA) - Investor dari Amerika akan membangun kincir angin atau turbin dengan kekuatan hingga sebesar 50.000 megawatt di wilayah pantai selatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Ada sebanyak 32 turbin yang akan didirikan di antara Pantai Samas ke barat hingga Sungai Progo," kata Kepala Badan Perencana dan Pembangunan Daerah (Bapedda) Bantul, Tri Saktiyana di Bantul, Rabu.

Menurut dia, energi yang dihasilkan dari tenaga angin tersebut sampai sebesar 50.000 megawatt itu, lebih dari cukup karena untuk kebutuhan listrik di wilayah Bantul saja hanya membutuhkan sekitar 25.000 megawatt.

"Energi yang dihasilkan akan dijual ke Perusahaan Listrik Negara (PLN), kemudian dari PLN untuk kepentingan masyarakat. Kita targetkan mulai 2013 mendatang bisa segera direalisasikan," ujarnya.

Ia mengatakan, pembangunan kincir angin tersebut murni dari investor, dan pemerintah daerah tidak dibebankan biaya sepeser pun, namun hanya menyediakan lokasi."Bahkan rencana ada sejumlah investor yang juga memanfaatkan energi terbarukan ini." tuturnya.

Menurut dia, di Kabupaten Bantul juga sudah berdiri sebanyak 34 turbin dengan kapasitas mulai dari 500 kw sampai 10.000 kw di Pantai Pandansimo Bantul, namun kincir angin yang akan dibangun pada 2013 jauh lebih besar baik ukuran maupun kapasitas.

"Kalau di Pantai Pandansimo itu tingginya sekitar 15 meter tiap turbin, namun kalau yang ini bisa setinggi 150 meter dengan garis tengah pada turbiin sekitar 50 meter, saya tidak bisa membayangkan bagaimana membawanya," ucapnya.

Oleh sebab itu, kata dia komponen turbin itu langsung di datangkan dari Amerika, melainkan tidak dirangkai di sini, turbin yang akan dibangun tersebut menurutnya juga sudah direalisasikan di luar negeri yakni di Hawaii.

Menurut dia, pengembangan energi terbarukan ini sudah mendapat persetujuan, bahkan sudah ada penandatangan perjanjian atau MoU dengan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sehingga sudah pasti bisa direalisasikan.

"Dari pusat sudah oke, konsepnya nanti dijual ke masyarakat selain itu juga koneksi Jawa-Bali, dan pengaruhnya bisa sebagai pariwisata, edukasi di bidang teknologi, itu potensinya," paparnya.

Ia mengatakan, untuk segera merealisasikannya, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan sosialisasi kepada sejumlah pihak dan pemangku kepentingan yang terlibat di dalamnya.

"Gubernur DIY, Sri Sultan juga sudah setujui, ini juga sekaligus menjawab Sultan bahwa pantai selatan akan menjadi beranda depan DIY," katanya.

(KR-HRI)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026