Logo Header Antaranews Jogja

Rupiah Rabu pagi melemah 24 poin

Rabu, 24 Oktober 2012 09:56 WIB
Image Print
rupiah melemah atas dolar (foto antaranews.com)

Jakarta (ANTARA Jogja) - Mata uang rupiah masih berada dalam area negatif atau melemah sebesar 24 poin terhadap dolar AS pada Rabu pagi seiring kekhawatiran dari Eropa.

Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta bergerak melemah 24 poin menjadi Rp9.650 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.626 per dolar AS.

"Tekanan negatif mata uang berisiko termasuk rupiah datang dari kembali melonjaknya biaya pinjaman Spanyol paska Moody's yang menurunkan peringkatnya memicu 'risk aversion' secara luas," kata analis Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu.

Ia menambahkan, nilai tukar rupiah yang cenderung mengikuti pergerakan euro masih berpotensi melanjutkan penurunan mengingat berkembangnya ekspektasi bahwa Spanyol mungkin belum akan meminta "bailout" internasional dalam waktu dekat.

Ia mengatakan, tekanan juga datang dari beberapa perusahaan multinasional AS yang mencatatkan kinerja kuartal III mengecewakan sehingga memicu kecemasan tentang perlambatan ekonomi global.

Selain itu, lanjut dia, data sektor manufaktur Perancis yang merosot menambambah kekhawatiran bahwa perekonomian terbesar kedua di negara-negara kawasan Euro tengah berada di ambang resesi,"

Pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara Ruly Nova menambahkan, penanganan mengenai krisis moneter di Eropa terutama di Spanyol dan Yunani yang belum jelas penyelesaiannya masih menjadi fokus di pasar keuangan.

Dari dalam negeri, lanjut dia, ekspor dalam negeri yang masih melemah juga menjadi salah satu katalis nilai tukar domestik tergerus terhadap dolar AS.

"Ekspor kami lemah, sementara impor masih cukup kuat untuk keperluan bahan baku. Selain itu, neraca perdagangan Indonesia yang masih defisit masih membayangi gerak rupiah," kata dia.

Meski demikian, dikatakan Ruly, Bank Indonesia (BI) masih menjaga fluktuasi nilai tukar domestik serta pelemahannya terhadap dolar AS agar tidak tertekan terlalu dalam.
(KR-ZMF)



Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026