Logo Header Antaranews Jogja

Perjalanan kereta Prameks dibatalkan

Rabu, 24 Oktober 2012 12:19 WIB
Image Print
Humas PT KA Daop VI Yogyakarta Eko Budiyanto (imtelkom.ac.id)

Yogyakarta, 24/10 (ANTARA) - Perjalanan kereta komuter Prambanan Ekspres pada Rabu atau sehari setelah insiden kecelakaan kereta itu di as jalan kilometer 155+1/0 antara Stasiun Brambanan-Stasiun Maguwo dibatalkan.

"Dalam satu hari, ada 13 kali perjalanan Prambanan Ekspres (Prameks) reguler ditambah empat perjalanan Prameks AC. Namun untuk hari ini ada 12 perjalanan Prameks reguler yang dibatalkan karena satu perjalanan Prameks tujuan Yogyakarta-Kutoarjo bisa dilakukan pada pukul 05.00 WIB," kata staf Humas PT Kereta Api Daerah Operasi VI Yogyakarta Kuswardoyo mewakili Kepala Humas PT KA Daerah Operasi VI Yogyakarta Eko Budiyanto di Yogyakarta, Rabu.

Selain Prameks reguler, terdapat empat perjalanan kereta Prameks AC yang juga dibatalkan.

Dalam satu hari, rata-rata penumpang kereta komuter baik Prameks adalah 2.000 hingga 2.500 penumpang dan naik menjadi 5.000 hingga 6.000 penumpang saat libur akhir pekan atau libur panjang.

"Untuk sementara, pembatalan perjalanan kereta Prameks hanya untuk hari ini saja. Diharapkan, perjalanannya sudah normal kembali esok hari," katanya.

Pembatalan perjalanan kereta api Prameks tersebut disebabkan masih padatnya kereta yang menunggu antrian untuk lewat, serta adanya pembatasan kecepatan saat melintas di lokasi kejadian kecelakaan.

Jika perjalanan Prameks sudah dapat dinormalkan, maka hanya akan ada tiga rangkaian kereta yang bisa dioperasionalkan.

Sementara itu, gerbong kereta Prameks 213 yang terguling dan anjlok di as jalan kilometer 155+1/0, sudah berhasil dievakuasi pada pukul 04.40 WIB dengan menggunakan kereta "crane" Kumbokarno yang didatangkan dari Stasiun Solo Balapan.

Gerbong Prameks kemudian dievakuasi ke Stasiun Brambanan. Gerbong tersebut akan dipindahkan ke Balai Yasa untuk dilakukan perbaikan.

Jalur tersebut sudah dapat disterilkan pada pukul 05.15 WIB dan kereta pertama dari arah barat yang melintas di lokasi kecelakaan adalah Bima relasi Stasiun Gambir Jakarta menuju Stasiun Gubeng Surabaya pada pukul 06.19 WIB serta dari arah timur adalah Kereta Logawa relasi Jember-Purwokerto pada pukul 06.20 WIB.

Di lokasi kecelakaan, kereta hanya boleh melintas dengan kecepatan maksimal 60 kilometer per jam. Di saat normal, kereta bisa melintas dengan kecepatan maksimal 90 kilometer di jalur tersebut.

Akibat kecelakaan tersebut, sejumlah kereta pada Selasa malam (23/10) terpaksa berjalan memutar melalui jalur utara di antaranya Senja Utama Solo, Argo Dwipangga, Lodaya, Bengawan, Mutiara Selatan, Gajayana dan Malabar.

"Untuk penyebab kecelakaan, kami belum tahu. Ada tim Komite Nasional Kesalamatan Transportasi (KNKT) yang sedang sedang menyelidiki. Kami juga belum mengetahui berapa besar kerugiannya," katanya.

PT KA menolak asumsi bahwa Prameks yang mengalami kecelakaan tersebut sempat mengalami gangguan. "Seluruh kereta yang diberangkatkan dalam kondisi yang baik dan sehat. Tidak mungkin PT KA memberangkatkan kereta yang tidak sehat," katanya.
(E013)



Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026