
Makam raja-raja Imogiri ramai dikunjungi wisatawan

Jogja (ANTARA Jogja) - Objek wisata makam Raja-raja Mataram Islam Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, selama libur panjang Idul Adha cukup ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.
"Meskipun libur panjang Hari Raya Idhul Adha, namun jumlah wisatawan maupun peziarah ke makam makam raja-raja Mataram Islam tidak sebanyak ketika liburan sekolah yang bisa mencapai ratusan orang tiap hari, kata Juru Kunci Makam Raja-raja Mataram Imogiri, Bantul, Subardo, Minggu.
Ia mengatakan wisatawan maupun peziarah biasanya mengunjungi makam Sultan Agung dan makam Raja Kasultanag Yogyakarta maupun Surakarta. Mereka datang dari Purwokerto, Solo, Tangerang, dan Jakarta. Bahkan ada pula yang dari luar Jawa seperti Lampung dan Medan.
Menurut dia, tidak semua pengunjung Makam Raja-raja Mataram Imogiri melakukan ziarah ke makam Sultan Agung. Mereka yang berziarah biasanya kemungkinan memunyai pengharapan tertentu.
"Bahkan, pemain dan pengurus klub sepak bola Persiba Bantul selalu ziarah di makam Sultan Agung setiap akan bertanding tandang," katanya.
Salah seorang pengunjung dari Semarang, Prima, mengaku kecewa tidak bisa ziarah di makam Sultan Agung, karena waktu ziarah sudah habis. Padahal, ia merasa berkesan bisa melalui tangga-tangga yang berjumlah ratusan untuk sampai di lokasi makam Sultan Agung.
Makam Sultan Agung dibuka untuk peziarah pukul 10.00-13.00 WIB pada Minggu dan Senin. Sedangkan setiap Jumat buka pukul 13.00-16.00 WIB.
Sementara itu, Zaimah, penjual wedang uwuh, minuman khas Makam Raja-raja Mataram Imogiri mengaku penjualan selama libur Idul Adha mengalami sedikit peningkatan. Dalam dua hari terakhir ini dia berhasil menjual puluhan bungkus bahan baku wedang uwuh.
"Namun penjulan itu tidak sebanyak kalau liburan sekolah atau lebaran Idul Fitri, biasanya setiap libur sekolah atau lebaran, banyak pesanan untuk di bawa ke luar kota," katanya.
Dia mengatakan, wedang uwuh racikannya, berbahan asli yang diambil dari sekitar Makam Raja-raja Mataram Imogiri. Bahan-bahan tersebut adalah daun pala, manis jangan, cengkeh dan gula batu.
(H008)
Pewarta :
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
