Logo Header Antaranews Jogja

Sekber Keistimewaan DIY lakukan ziarah ke kompleks makam Raja Raja Imogiri

Jumat, 3 Oktober 2025 17:53 WIB
Image Print
Doa bersama sesaat sebelum ziarah ke Makam Raja Raja Mataram Imogiri Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta oleh Sekber Keistimewaan DIY. Jumat (3/10/2025) (ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Sekretaris Bersama (Sekber) Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan ziarah ke Makam Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) I, III, VII, VIII dan IX yang ada di Kompleks Makam Raja Raja Mataram Imogiri, Kelurahan Wukirsari, Kabupaten Bantul.

"Kami warga Ngayogyakarta Hadiningrat terdiri lurah, dukuh, pamong, seniman budayawan, guru, mahasiswa, aktivis relawan, bersama sama ziarah ke Kompleks Makam Raja Raja Mataram Imogiri, khususnya makam Sri Sultan HB," kata Ketua Sekber Keistimewaan DIY Widihasto Wasana Putra disela ziarah di Makam Raja Raja Imogiri, Jumat.

Dalam ziarah ke Makam Sri Sultan HB di Makam Raja Raja Imogiri, pihaknya juga mendoakan arwah Sri Sultan HB I sampai HB IX serta Sultan Agung dan para leluhur yang juga dimakamkan di Kompleks Makam Raja Raja Mataram Imogiri Bantul itu.

Widihasto mengatakan ziarah ke Makam Raja Raja ini juga dalam rangka mohon doa restu pada 7 Oktober akan mengadakan peringatan Boyongan Kedaton, sejarah pindahnya Sri Sultan HB I bersama keluarga dan pengiringnya dari Pesanggrahan Ambarketawang ke Keraton Yogyakarta pada 7 Oktober 1756.

"Kami perlu napak tilas sejarah, karena banyak sekali nilai nilai perjuangan yang sudah digali, ditancapkan para leluhur Mataram dalam membangun Nagari Ngayogyakarta yang pada periode berikutnya kemudian Yogyakarta ini menjadi bagian dari NKRI," katanya.

Melalui peringatan Boyongan Kedaton tersebut, Sekber Keistimewaan DIY ingin menyampaikan pesan moral bagaimana para generasi sekarang saat ini supaya tidak lelah mencintai NKRI.

"Menjaga NKRI ini dengan semangat persatuan dan kesatuan, menjaga Yogyakarta dan juga Indonesia tetap aman, damai sentosa, dan menjadi rumah yang aman bagi semuanya saja," katanya.

Pihaknya juta mengajak generasi sekarang menghindari konflik antar-suku, antar-agama, etnis, serta mengurangi atau menghilangkan ujaran kebencian, mengurangi hal hal yang bisa mengganggu kestabilan nasional.

"Terlebih dalam situasi sekarang di tengah persaingan global internasional kita membutuhkan semangat gotong royong untuk membangun Indonesia ini. Jadi bagaimana semangat Merah Putih tetap berkibar di dada setiap sanubari kita," katanya.

Menurut dia, pesan moral itulah yang menjadi esensi dari peringatan Boyongan Kedaton, juga terus menyuarakan pesan pesan damai, pesan pesan membangun demokrasi tanpa kekerasan. Hal ini menjadi penting untuk terus disampaikan ke masyarakat.

"Kami, Sekber Keistimewaan DIY juga komitmen untuk ikut berperan aktif mengimbau seluruh elemen masyarakat Yogyakarta, bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban dari upaya pihak pihak yang ingin mengacaukan Yogyakarta," katanya.



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026