
370 hewan kurban Bantul terinfeksi cacing hati

Bantul (ANTARA Jogja) - Sebanyak 370 hewan yang disembelih untuk kurban pada 1433 Hijriah di Kabupaten Bantul, Daerah istimewa Yogyakarta, terinfeksi penyakit "fasciola hepatica" atau cacing hati.
"Temuan cacing hati pada hewan kurban itu meliputi 342 ekor sapi, 20 ekor kambing dan delapan domba," kata Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Bantul, Witanta, Senin.
Menurut dia, temuan cacing hati tersebut berdasarkan laporan dari petugas pemantauan kesehatan hewan yang telah diterjunkan mulai hari H Idul Adha maupun laporan panitia kurban di semua desa se Bantul.
"Meski terinfeksi cacing hati, namun sebagian besar petugas pemotongan hewan sudah tahu cara mengatasinya, seperti memisahkan bagian hati dengan daging, sehingga tidak dikonsumsi hatinya," katanya.
Menurut dia, hewan yang terinfeksi cacing hati memang tidak dapat diketahui saat hidup, melainkan ketika disembelih dan tandanya terdapat pada hati hewan, namun hewan yang terkena cacing hati daging masih bisa dikomsumsi.
Ia mengatakan, sementara jumlah hewan kurban yang disembelih jumlahnya mencapai sebanyak 13.614 hewan yang terdiri dari sapi sebanyak 5.136 ekor, kambing sebanyak 3.676 ekor kemudian domba sebanyak 4.802 ekor.
Adapuan lokasi tempat penyembelihan hewan kurban, kata dia dilakukan di sebanyak 1.607 titik yang sebagian besar dilakukan di komplek-komplek masjid setempat.
"Para takmir masjid terutama dengan penyembelihan hewan kurban dalam jumlah banyak juga sudah kami bekali tata cara penyembelihan hewan kurban sesuai syarat aman, sehat, utuh, halal (ASUH)," katanya.
Sementara, menurut dia jumlah hewan kurban yang disembelih tahun ini 13.614 hewan meningkat jika dibanding dengan tahun lalu yang berjumlah sebanyak 13.444 hewan yang meliputi 4.483 sapi, 5.390 domba dan sebanyak 3.571 kambing.
"Tren jumlah hewan kurban yang disembelih dari tahun ke tahun cenderung meningkat, ini tidak lepas dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat Bantul dan juga kesadaran untuk berkurban," katanya.
(T.KR-HRI)
Pewarta :
Editor:
Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
