
Dua atlet anggar Sumsel raih perunggu SEAFF

Palembang (ANTARA Jogja) - Dua atlet anggar Sumatera Selatan Eka Pebrianti dan Reni Anggraini masing-masing mempersembahkan medali perunggu pada Kejuaraan Asia Tenggara di Ho Chi Minh City, Vietnam, 11-16 November 2012.
Pelatih anggar Sumsel Lucky Ramdhani di Palembang, Kamis, mengatakan raihan atlet Sumsel itu untuk sementara menjadi prestasi terbaik Tim Anggar Indonesia yang hanya diperkuat enam atlet.
Ia mengatakan prestasi dua atlet Sumsel itu demikian membanggakan khususnya Eka yang sama sekali tidak diunggulkan Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia.
"Dengan bermodalkan sisa persiapan PON di Riau lalu, bagi Eka ini hasil luar biasa. Apalagi, pada awal Oktober baru melangsungkan pernikahan dan pindah ke Jakarta," katanya.
Eka yang berlaga pada jenis senjata epee melenggang ke semifinal setelah bermain baik dari babak awal, sementara hasil itu tidak diikuti juniornya Jeanned Alfrida yang terhenti di babak 16 besar.
Peraih medali perunggu perorangan dan perak beregu PON Riau itu pada akhirnya harus terhenti di semifinal setelah dikalahkan atlet tuan rumah Ha Thi Sen (peraih emas SEA Games 2011) dengan skor 6-3, Selasa.
"Saya cuma bermain enak dan tanpa beban dan akhirnya menembus semifinal. Tidak menyangka karena semua orang menjagokan Ina Sir Indar (Sulsel) yang meraih perak SEA Games lalu," kata atlet berusia 29 tahun ini.
Prestasi Eka itu juga diikuti atlet Sumsel lainnya, Reni Anggraini yang meraih perunggu sabre putri setelah pada semifinal dikalahkan atlet tuan rumah Nguyen Thi Le Dung dengan skor 15-12, Rabu.
Pada kejuaraan bergengsi tahunan antarnegara ASEAN itu, Indonesia mendelegasikan enam atlet putri meliputi tiga atlet jenis senjata epee dan tiga atlet jenis senjata sabre.
Pengurus Besar IKASI tidak mengirimkan atlet putra dan terkhusus jenis senjata foil karena dinilai kalah bersaing di level Asia.
Indonesia masih memupuk harapan pada kelas beregu nomor sabre putri dan epee putri pada sisa hari pertandingan.
(pso-039)
Pewarta :
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
