Logo Header Antaranews Jogja

Tim Anggar Indonesia optimistis raih medali

Senin, 1 Oktober 2012 08:36 WIB
Image Print
anggar (( antaranews.com))

Nusa Dua (ANTARA Jogja) - Ikatan Anggar Seluruh Indonesia IKASI) tetap optimistis tim Merah Putih mampu memberikan hasil terbaik dengan meraih medali pada Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia-Oceania (AJCFC) 2012.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi IKASI Khairuman yang sekaligus Wakil Ketua Panitia AJCFC 2012 di Nusa Dua, Senin mengatakan, Indonesia memiliki potensi meraih medali pada kelas untuk kadet (13-17 tahun).

"Harus diakui dari sisi peringkat dunia, Indonesia masih kalah dibandingkan negara-negara lain. Meski demikian sebagai tuan rumah, target tetap ada karena selain nomor perorangan terdapat nomor beregu," katanya.

Ia mengatakan, Federasi Anggar Asia (FCA) menunjuk Indonesia menjadi tuan rumah Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia-Oceania (AJCFC) yang digelar di Nusa Indah Hall, Westin Hotel & Resort selama sepekan hingga Senin (8/10).

AJCFC merupakan ajang tahunan yang telah diselenggarakan sejak 1992 oleh negara-negara yang tergabung dalam Fencing Confederation of Asia (FCA) dan Oceania Fencing Confederation (OFC) di bawah naungan Federation Fencing dEscrime (FIE).

Khairuman mengatakan, terakhir kali Indonesia menjadi tuan rumah kegiatan AJCFC pada tahun 1996 dengan meraih satu perunggu. Hal serupa juga dicatatkan para atlet anggar Indonesia pada ajang serupa di Singapura dan Manila.

Tahun ini kejuaraan AJCFC mempertandingkan enam nomor untuk kadet (13-17 tahun) dan atlet junior (17-20 tahun) yang diikuti oleh 34 negara anggota FCA dengan total 628 peserta.

"Kejuaraan itu mempertandingkan enam nomor dibagi menjadi dua kelas, yaitu individual putra-putri di nomor degen (epee), sabel (sabre) dan floret (foil) untuk kelas kadet. Sementara kelas junior adalah individual putra-putri degen (epee), sabel (sabre) dan floret (foil)," katanya.

Pada kesempatan terpisah, Wakil Sekum IKASI Hans Nayoan, mencatat sejumlah tim yang masuk dalam daftar unggulan kelompok junior antara lain Australia, Hong Kong, Jepang, Kazakhstan dan Iran.

Australia mengirimkan atlet degen Diana Shere yang memiliki peringkat 34 dunia. Sementara Hong Kong mengirimkan duet sabel Karen Ngai Hing Chang (ranking 45) dan Pui Yin Wan (ranking 72).

Persaingan sengit terjadi di kelas pria seperti Kazakhstan yang mengirimkan duet degen Kiriil Zhakupov (49) dan Ivan Deriyabin (50) yang akan menemui lawan kuat dari Iran, Hosein Jafari (53).

Sementara tim "samurai" Jepang membawa Okimoto Takuro pemilik ranking 35 dunia di kelas floret yang akan menghadapi jagoan padang pasir Iran, Alireza Adhamy pemilik ranking 87 dunia.

Pada kelas sabre, tim Iran menjadi unggulan karen menurunkan duet Farzad Baherarasbaran (21) dan Sajjad Poursalmani (50).

"Iran nampaknya sangat serius mengasah kemampuan di ajang ini karena tahun depan akan terlibat di ajang Islamic Solidarity Games di Riau. Mereka mengirim banyak atlet dengan ranking atas." ujarnya.

Untuk menghasilkan hasil akhir pertandingan yang maksimal. Sesuai aturan internasional, IKASI menerapkan sistem video referee (rekaman pertandingan) yang diterapkan pada semifinal dan final.

Ketua Anggar Asia (FCA) Celso L Dayrit memuji profesionalitas IKASI sebagai tuan rumah dan menyebutkan sebagai paling besar yang pernah digelar institusinya.

"Saya memiliki harapan besar terhadap ajang kejuaraan anggar, karena merupakan kejuaraan terbesar yang pernah kami gelar. Saya berharap ajang ini berjalan sukses," kata Celso.


(I020)



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026