Logo Header Antaranews Jogja

Harga daging sapi tingkat pedagang terus naik

Senin, 19 November 2012 11:30 WIB
Image Print
Pedagang daging sapi di Pasar Induk Wates, Kabupaten Kulon Progo, tidak berani menyetok daging karena tingginya harga dan permintaan turun. (Foto ANTARA/Mamiek)

Kulon Progo (ANTARA Jogja) - Harga daging sapi di pasar tradisional di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus mengalami kenaikan yang berkisar di atas Rp90.000 setiap kilogram akibat tingginya harga sapi.

"Saat ini, daging sapi dipasaran sangat langka akibat tingginya harga sapi potong. Akibatnya, harga daging sapi sejak Selasa (13/11) harga daging naik Rp8.000/kg dari Rp82.000 naik menjadi Rp90.000 perkilogram," kata pedagang daging sapi di Pasar Wates Yuli di Kulon Progo, Senin.

Yuli mengatakan, tingginya harga daging sapi menyebabkan penurunan permintaan daging. Sebelum kenaikan harga daging, penjualan mencapai di atas satu kuintal, tetapi dengan kenaikan ini menjadi 50 kg.

"Permintaan daging sapi terus menurun, terutama permintaan dari pedagang bakso dan rumah makan padang yang ada di sepuran Kota Wates," ucap Yuli.

Pedagang sapi Pasar Wates Dumila mengatakan, sejak kenaikan harga daging, dirinya tidak berani kulakan daging sapi dengan jumlah yang banyak. Sebab, daya beli terhadap daging sapi mengalami penurunan yang sangat tajam.

"Sebelum ada kenaikan harga, saya sedikitanya 25 kg daging sapi dapat terjual. Sejak kenaikan harga, saya menjual 12 kilogram belum tentu habis. Permintaan terus menurun," ujar Dumila.

Kata dia, dalam satu tahun terakhir terjadi kenaikan harga sebanyak dua kali. Kenaikan terjadi pada 30 Oktober dari Rp76.000 menjadi Rp80.000 per kg. Kemudian 14 November kembali naik dari Rp80.000 menjadi di atas Rp88.000 per kg.

"Alasan dari rumah potong hewan dari tempat kami ambil daging sapi, kenaikan disebabkan harga sapi hidup mahal dan langkanya sapi potong," kata dia.

Pemilik rumah makan padang Wates Suratno mengatakan dirinya mengurangi masakan rendang akibat dari tingginya harga daging sapi.

"Sebelum kenaikan harga, tiap harinya kami memasak empat kg daging sapi. Satu minggu terakhir ini, kami hanya memasak dua kilogram, dengan harga satu potong rendang Rp6.000 per kg. Kami tidak menaikan harga rendang," kata Suratno.


(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026