
Harga sapi di Gunung Kidul melonjak

Gunung Kidul (ANTARA Jogja) - Harga sapi ditingkat pedagang Pasar Hewan Siyono Harjo di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melonjak 20 persen atau berkisar Rp1 juta hingga Rp2 juta per ekornya.
"Kenaikan harga sapi sudah terjadi sejak dua minggu sebelum Idul Adha, tetapi kenaikan yang sangat siginifikan terjadi dua minggu terakhir di atas 20 persen per ekornya," kata pedagang sapi Pasar Siyono Harjo Hartono di Gunung Kidul, Rabu.
Hartono mengatakan, harga sapi ukuran sedang berkisar Rp8 juta hingga Rp11 juta dari sebelumnya Rp9 juta hingga Rp10 juta, untuk ukuran besar Rp13 juta hingga Rp 15 juta, sedangkan harga kambing metal super berkisar Rp17 juta hingga Rp20 juta.
"Naiknya harga sapi ini dipicu oleh tingginya permintaan sapi untuk dipotong seperti dari Jakarta. Selain itu harga sapi ditingkat petani juga sangat tinggi," kata Hartono.
Menurut dia, harga sapi masih akan terus melambung hingga satu bulan kedepan. Hal ini terlihat dari tingginya permintaan sapi dari berbagai pasar hewan seperti dari Gamping, Multilan dan Bantul.
"Setiap minggu, sekitar 500 ekor sapi dari Gunung Kidul keluar daerah. Tingginya permintaan sapi dari gunung Kidul, karena serat sapinya sangat bagus dibandingkan dengan sapi dari daerah lain," kata dia.
Pegadang kambing, Ngadiman mengatakan harga kambing juga mengalami kenaikan hingga 10 persen. Kambing yang sebelumnya Rp1 juta naik menjadi Rp1,1 juta hingga Rp1,2 juta.
"Kenaikan harga kambing ini, merupakan imbas dari tingginya permintaan sapi," kata dia.
Sementara pembeli sapi warga Playen, Gunung Kidul, Martoyo mengatakan sebelum Idul Adha dirinya menjual satu ekor sapi Rp13 juta. Kemudian uangnya kemduan dibelikan lagi sapi yang masih muda.
"Biasanya setelah Idul Adha harga sapi turun, ternyata harga sapi malah melambung tinggi," kata Martoyo.
(KR-STR)
Pewarta :
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
