
Petani Kabupaten Bantul tanam padi varietas unggul

Bantul (ANTARA Jogja) - Kelompok tani di Desa Kebonagung, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada musim tanam saat ini akan menanam padi varietas unggul situ bagendit
"Sudah sejak dua tahun ini kelompok mengembangkan varietas situ bagendit, karena varietas unggulan yang cocok dikembangkan di wilayah Bantul," kata Ketua Kelompok Tani Madya Desa Kebonagung, Ngatijo di Bantul, Rabu.
Menurut dia, padi jenis ini termasuk unggulan karena produktivitasnya tinggi bisa mencapai 12 ton gabah kering panen per hektare, sehingga banyak diminati petani, tidak perlu menggunakan pestisida, dan pupuk kimia.
"Pengolahan pertanian benar-benar secara organik, sama sekali tidak menggunakan campuran pupuk kimiawi dalam prosesnya, ini yang akan kami terus kembangkan," katanya.
Ia mengatakan, kelompok tani madia yang beranggotakan 114 petani saat ini dalam bercocok tanam sudah tidak menggunakan cara konvensional, melainkan sudah memanfaatkan teknik pertanian di lahan sempit.
"Rata-rata disini kepemilikan lahan masing-masing petani hanya sekitar 300 meter persegi, sehingga meskpiun lahannya kecil tapi sudah bisa dimaksimalkan oleh petani," katanya yang menyebutkan total 15 hektare yang digarap kelompok.
Menurut dia, dengan menanam padi varietas situ bagendit ini nantinya benih padi yang dihasilkan sebagian akan ditanam lagi, sebagian lagi untuk dijual ke petani yang berminat.
"Sudah ada produsen yang mengambil kesini, per kilogram harganya Rp4.500, varietas ini membutuhkan waktu selama 110 sampai 120 hari sebelum dipanen," katanya.
Sementara, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Desa Kebonagung, Bachroni mengatakan, desa mendukung pengembangan pertanian varietas unggul secara organik ini, karena selain untuk meningkatkan kesejahteran petani juga sebagai ciri khas desa.
"Di daerah ini sudah terkenal dengan produksi padi organik, bahkan pada 2010 desa mendapat penghargaan di bidang ketahanan pangan secara nasional. Prestasi itu juga tidak lepas dari pertanian organik," katanya.
(KR-HRI)
Pewarta :
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
