
Modal penggemukan sapi Gunung Kidul terserap Rp1,08 miliar

Gunung Kidul (ANTARA Jogja) - Penyerapan anggaran bantuan pinjaman penguatan modal penggemukan sapi di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dari Rp1,4 miliar baru terserap Rp1,08 miliar.
"Rendahnya penyerapan anggaran karena Peraturan Daerah Nomor 20 Tahun 2012 tentang Penguatan Modal Kelompok Tani Ternak baru disahkan pada Juli, sehingga anggaran baru terserap pada Agustus dan September," kata Kepala Dinas Peternakan Gunung Kidul Krisna Berlian, Kamis.
Krisna mengatakan, banyak peternak yang semula mengajukan pinjaman mengundurkan diri karena, lamanya proses pengesahan peraturan daerah (perda) dan singkatnya waktu pengembalian.
"Dengan sempitnya waktu pengembalian terdapat beberapa kelompok yang tidak mencairkan pinjaman tersebut. Pada dasarnya peternak Gunung Kidul mengalami kesulitan dalam permodalan, maka kami dari pemerintah daerah memberikan penguatan modal, dengan harapan peternak semakin berkembang," katanya.
Dalam Perda Penguatan Modal Kelompok Ternak, kata Krisna, mengatur bunga pinjaman bagi kelompok peternak yakni 0,5 persen per bulan.
Dari pendapatan bunga tersebut pembagiannya untuk lembaga pengelola sebesar 50 persen dan pendapatan asli daerah (PAD) Dinas Peternakan sebesar 50 persen. Rencananya, pemerintah daerah (pemda) Gunung Kidul, akan kembali menganggarkan Rp1,4 miliar pada 2013.
"Penyertaan modal masih kami bahas, tapi harapan kami anggaran tersebut dapat terserap semua karena waktu pengembalian yang cukup panjang," kata dia.
Selain itu, lanjutnya, Dinas Peternakan akan menggalakan program sapi putih atau lokal. Dengan tujuannya adalah untuk melestarikan sapi putih supaya tidak punah.
Dalam rangka mensukseskan program pelestarian sapi lokal, Dinas Peternakan terus mendorong peternak memelihara sapi lokal.
"Kebijakan yang diambil yakni pengadaan straw sapi lokal sebesar 60 persen dan 40 persen sapi merah dari total 21.000 straw yang tersedia," kata dia.
(U.KR-STR)
Pewarta :
Editor:
Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
