
Normalisasi sungai berhulu Merapi terus dilakukan

Sleman (ANTARA Jogja) - Normalisasi aliran sungai berhulu Gunung Merapi terus dilakukan di wilayah atas untuk mengurangi sendimen material lahar dingin agar tidak meluap jika terjadi banjir.
"Normalisasi sungai dengan alat berat masih terus dilakukan di sejumlah sungai berhulu Gunung Merapi, namun normalisasi dengan alat berat di Sungai Gendol izin rekomendasi teknis saat ini hanya diberikan untuk Desa Argomulyo, Glagaharjo, Kepuharjo dan Wukirsari di Kecamatan Cangkringan," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air, Energi dan Mineral Kabupaten Sleman Widi Sutikno, Jumat.
Menurut dia, untuk aliran sungai di wilayah Kecamatan Ngemplak dan Kalasan sudah tidak direkomendasikan untuk dinormalisasi dengan alat berat karena sedimen sudah habis.
"Namun pada musim hujan kondisi alur sungai setelah dilalui aliran akan terus dievaluasi dan dilakukan pengkajian teknis untuk menentukan kembali wilayah yang perlu dinormalisasi dan mencegah terjadinya penumpukan material terbawa aliran banjir lahar dingin," katanya.
Ia mengatakan, jika endapan sedimen di daerah aliran sungai pada suatu wilayah sudah cukup banyak dan berpotensi menimbulkan kerawanan, maka desa diperbolehkan mengajukan permohonan normalisasi.
"Bahkan jika berdasarkan kajian teknis memenuhi syarat dan dirasa perlu, maka desa boleh mengajukan izin penambahan alat berat," katanya.
Sebelumnya Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta menyatakan bahwa pada musim hujan tahun ini potensi banjir lahar dingin masih tetap tinggi mengingat saat ini masih ada sekitar 70 juta meter kubik material vulkanik sisa erupsi 2010 yang terdapat di puncak Gunung Merapi.
"Memang untuk musim hujan kali ini ancaman tidak akan sebesar 2010 dan 2011 karena saat ini pepohonan dan semak belukar sudah mulai tumbuh sehingga diharapkan mampu menghambat laju material Merapi yang turun ke bawah," kata Kepala BPTTK Yogyakarta Subandrio.
Ia mengatakan, diharapkan warga sekitar lereng Gunung Merapi tetap menjaga kewaspadaan terutama yang berada di sekitar aliran sungai berhulu Merapi.
"Memang potensi aliran lahar terbesar tetap melalui Sungai Gendol, namun sungai-sungai lainnya tetap harus waspada, terutama untuk aliran Sungai Boyong karena aliran sungai ini melintasi Kota Yogyakarta yakni Sungai Code yang di kiri kanannya banyak pemukiman," katanya.
(V001)
Pewarta :
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
