
BPBD Kulon Progo tidak siap hadapi bencana

Kulon Progo (ANTARA Jogja) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak siap menghadapi potensi bencana di kawasan pegunungan Menoreh.
"Jumlah personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sangat terbatas, peralatan terbatas, mobil operasional hanya satu padahal ratusan titik di pegunungan Menoreh potensi longsor. Selain itu, dana penganganan bencana yang ada di BPBD sangat terbatas yakni Rp10 juta untuk satu tahun," kata Kepala BPBD Kulon Progo Untung Waluyo, Jumat.
Belajar dari pengalaman bencana tanah longsor pada Januari 2012 sebanyak 160 titik, kata Untung, pemerintah daerah (pemda) Kulon Progo belajar, sehingga BPBD mengarapkan ada peningkatan anggaran untuk penanganan bencana.
Menurut dia, BPBD tidak hanya menangani paskabencana, tetapi menyiapkan seluruh masyarakat diwilayah potensi bencana untuk selalu siap siaga. Untuk menyiapkan dan memberikan pelatihan kepada masyarakat membentuhkan anggaran sedikitnya Rp25 juta untuk satu kali kegiatan.
"Jangan banyak berharap BPBD responsif tapi tidak ada penguatan anggaran untuk meningkatkan BPBD sebagai lembaga yang tangguh," katanya.
BPBD, kata dia, sedang mengajukan pinjaman mobil kijang pick up untuk mendukung operasional kegiatan BPBD dalam rangka distribusi logistik dan peralatan untuk pertolonggan korban dan pemulihan awal bagi korban bencana.
"Kami terus mengupayakan berbagai bantuan ke pemda dan ke semua pihak untuk memberikan batuan dalam antisipasi bencana di Kulon Progo," kata dia.
Kata dia, dari segi kebijakan, BPBD sudah menyusun kebijakan penanganan bencana baik kebijakan penangan bencana secara ekonomi dan pemberdayaan masyarakat paskabencana.
Untung mengatakan, intansinya telah meminta mahasiswa Universitas Gajah Mada Yogyakarta dan Universitas Diponegoro Jawa Tengah yang sedang melakukan kuliah kerja nyata (KKN) secara aplikatif. Salah satu proyek yang dikerjakan mahasiswa yakni pembuatan jaringan pesan singkat (sms) alternatif masyarakat yang potensi bencana.
"Dalam sms singkat ini, masyarakat dapat memberikan informasi situasi dilungkungannya. Seperti hujan, kondisi tanah," kata dia.
(KR-STR)
Pewarta :
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
