
Sleman distribusikan terpal bagi korban puting beliung

Sleman (ANTARA Jogja) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendistribusikan bantuan berupa terpal plastik bagi korban bencana angin puting beliung di Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan.
"Dari Pemkab Sleman sudah mendistribusikan bantuan terpal plastik bagi para korban bencana puting beliung di Purwomartani," kata Camat Kalasan Samsul Bakri di Posko penanggulangan bencana di Dusun Bromonilan, Sabtu.
Menurut dia, terpal plastik tersebut untuk korban puting beliung yang rumahnya rusak berat, dan atapnya rusak. Terpal itu untuk penutup atau sebagai pengganti sementara atap rumah yang rusak.
"Kami berharap, dengan terpal ini para korban bisa berteduh," katanya.
Ia mengatakan bantuan itu didistribusikan melalui masing-masing kepala dukuh atau dusun, dan korban bisa mengajukan permohonan bantuan tersebut ke kepala dukuh masing-masing.
"Tinggal melapor ke kepala dukuh, tidak ada syarat apa pun. Memang saat ini jumlahnya masih terbatas, namun nanti akan ditambah lagi," katanya.
Ia mengatakan akibat bencana angin puting beliung, diperkirakan lebih dari 600 rumah di Desa Purwomartani mengalami kerusakan berat dan ringan.
"Namun, data ini masih belum final, karena pendataan masih terus dilakukan oleh masing-masing kepala dukuh," katanya.
Bencana puting beliung terjadi di Kecamatan Kalasan, dan menimpa lima padukuhan di Desa Purwomartani, yang meliputi Bromonilan, Sidokerto, Sambiroto, Sambisari, dan Kadisoko.
Kerusakan paling parah di Dusun Bromonilan, karena hampir semua rumah mengalami kerusakan.
"Di Desa Purwomartani korban terluka yang rawat jalan tujuh orang, dan rawat inap dua orang," katanya.
Di Desa Purwomartani, yakni Pedukuhan Sidokerto RW 2 dan RW 3, semua warganya sibuk memindahkan pohon-pohon tumbang yang menimpa rumah mereka. Di wilayah ini banyak rumah warga tertimpa pohon tumbang, sehingga atap yang terbuat dari asbes lepas semua.
Di Pedukuhan/Dusun Sambisari dan Randusari ada 87 rumah yang rusak, satu ekor kambing mati.
Kemudian di Pedukuhan Kadisoka ada 30 rumah lebih di satu RT yang mengalami kerusakan.
Di Pedukuhan Bromonilan ada 299 kepala keluarga (KK), dan 28 KK di Sambiroto yang rumahnya rusak akibat bencana itu.
Camat Kalasan Samsul Bakri meminta kepala dukuh/dusun tidak meremehkan data kerusakan, dan meminta mereka mendata secara rinci dan detail nama serta alamat kepala keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan.
Salah satu korban bencana ini, Wijiyono (55) warga Dusun Randusari, Desa Purwomartani, mengatakan dirinya sangat membutuhkan bantuan tenda, karena rumahnya mengalami kerusakan berat mencapai 90 persen.
"Ada empat pohon besar yang tumbang menimpa rumah saya, sehingga atap hancur. Kami sangat membutuhkan bantuan tenda atau terpal," katanya.
(V001)
Pewarta :
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
