Logo Header Antaranews Jogja

Pemkab Sleman serahkan antuan korban puting beliung

Kamis, 13 Desember 2012 15:24 WIB
Image Print
Bupati Sleman Sri Purnomo (Foto Antara/Wahyu Putro)

Sleman (ANTARA Jogja) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyerahkan bantuan kepada korban puting beliung pada 1 dan 3 NoVember 2012 di Selomartani, Bimomartani, Tamanmartani, dan Tirtomartani.

"Pemkab Sleman berupaya untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terkena bencana dengan pemberian bantuan sosial," kata Bupati Sleman Sri Purnomo pada penyerahan bantuan korban puting beliung di Selomartani, di Sleman, Kamis.

Ia menjelaskan sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 3 Tahun 2010 tentang Bantuan Keuangan Kepada Korban Bencana Alam, untuk rumah rusak berat diberikan bantuan dua juta rupiah, rusak sedang satu juta rupiah, dan rusak ringan Rp500 ribu.

Penyerahan bantuan secara simbolis disampaikan Bupati Sleman di Balai Desa Selomartani Kalasan, didampingi Kepala Badan Penanggulanagan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Urip Bahagia dan Camat Kalasan Samsul Bakri kepada perwakilan kategori rumah rusak berat, rumah rusak sedang, dan rumah rusak ringan.

"Pemberian bantuan ini diharapkan tidak dilihat dari nilai nominalnya namun hal ini merupakan wujud kepedulian Pemkab Sleman bagi korban bencana. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit membantu warga yang menjadi korban bencana dalam memperbaiki tempat tinggalnya kembali," kata Sri Purnomo.

Ia berharap korban bencana jangan larut dalam kesedihan karena semua telah terjadi atas kehendak-Nya.

"Yang dapat kita lakukan saat ini adalah menjaga lingkungan sekitar rumah dengan memangkas dahan-dahan dan ranting pohon yang sekiranya terlalu tinggi dan terlalu rimbun atau lebat sehingga mudah tumbang dan membahayakan rumah maupun penghuninya," katanya.

Menurut dia, untuk mengurangi risiko bila terjadi puting beliung maka perlu pemangkasan dahan dan ranting pohon, bukan penebangan pohon, karena apabila ditebang maka lahan tidak dapat menyimpan air dan menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

"Jika tidak ada pohon maka kita juga akan kekurangan oksigen dan cadangan air. Angin puting beliung memang biasa tumbuh selama periode musim hujan, tetapi tidak semua pertumbuhan awan Cumulonimbus akan menimbulkan angin puting beliung sehingga kehadirannya juga belum dapat diprediksi," katanya.

Ia mengharapkan masyarakat sebaiknya tetap waspada jika terjadi puting beliung dan waspada jika terjadi adanya perubahan cuaca.

"Perhatikan tanda-tanda alam dan keadaan sekitar, jika langit gelap, sering berwarna kehijauan, hujan es dengan butiran besar, awan rendah, hitam, besar, seringkali bergerak berputar dan bersuara keras maka segeralah mencari perlindungan di dalam bangunan permanen, di lantai `basement` maupun tanah lapang dan selokan untuk bertiarap," katanya.


(U.V001)



Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026