
Nelayan Gunung Kidul panen lobster dan bawal

Gunung Kidul (ANTARA Jogja) - Nelayan di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai panen udang jenis lobster dan ikan bawal putih mulai awal Desember, dengan hasil tangkapan rata-rata 20 kilogram setiap kapal.
"Gelombang di pantai selatan khususnya Pantai Baron mulai bersahabat dengan nelayan, setelah beberapa hari lalu ketinggian gelombang laut mencapai 10 meter. Saat ini hasil tangkap ikan mulai melimpah," kata Ketua Kelompok Nelayan Mina Samudra Baron Sunardi di Gunung Kidul, Minggu.
Selain bawal dan lobster, kata Sunardi, nelayan Pantai Baron juga memperoleh hasil tangkapan berbagai jenis ikan lain di antaranya layur, kembung, udang dogol, jerbung, krosok, barong, dan yang lainnya. Setiap hari jumlah kapal yang melaut sekitar 15 kapal jukung.
Menurut dia, hasil tangkapan lobster dan bawal akan semakin meningkat hingga awal Februari 2013. Jenis ikan ini paling banyak saat hujan lebat, atau hujan dengan curah tinggi.
"Hasil ikan tangkapan nelayan Pantai Baron cukup banyak, sehingga kebutuhan ikan ditingkat pedagang pantai Baron terpenuhi. pengunjung pantai Baron langsung dapat menikmati ikan segar dari nelayan," kata Sunardi.
Dia mengatakan harga bawal kualitas super di tingkat nelayan mencapai Rp105.000 per kilogram (kg), kualitas kedua mencapai Rp80.000 hingga Rp90.000 per kg.
Harga lobster kualitas super mencapai Rp200.000 per kg, untuk kualitas kedua berkisar Rp170.000 hingga Rp180.000 per kg, sedangkan harga udang kecil Rp35.000 per kg.
"Harga lobster dan bawal kualitas super memang sangat mahal,
karena merupakan kualitas ekspor. Kami mengeskpornya ke Korea dan Jepang lewat eksportir dari Bali," katanya.
Kata dia, nelayan Pantai Baron membutuhkan bantuan alat tangkap berupa jaring, dan rumpon.Karena jaring yang digunakan untuk mengakap lobster hanya dapat digunakan untuk tiga kali penangkapan. Padahal setiap jaring harganya antara Rp4 juta hingga Rp5 juta per unit.
"Sebagian nelayan Pantai Baron ini tidak murni nelayan. Menangkap ikan itu hanya sambilan, kami membutuhkan penguatan modal seperti bantuan jaring dan alat tangkap ikan lainnya. Untuk setiap melauat membutuhkan modal sangat besar untuk beli bahan bakar minyak dan peralatan ikan lainnya," kata dia.
(KR-STR)
Pewarta :
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
