Pengembangan kawasan minapolitan Kulon Progo terkendala anggaran

id mina politan

Pengembangan kawasan minapolitan Kulon Progo terkendala anggaran

Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kulon Progo, DIY. (Foto ANTARA/Mamiek)

Kulon Progo (ANATARA Jogja) - Perencanaan pembuatan kawasan Minapolitan di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa YOgyakarta, mengalami kendala anggaran untuk pembuatan rencana teknis.

Kepala Bidang Perikanan dan Budidaya Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (Dinas Kepenak) Kulon Progo Eko Purwanto, Selasa mengatakan rencana pengembangan kawasan minapolitan sudah mendapatkan surat keputusan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, begitu juga dengan surat keputusan bupati terkait lokasi.

Rencananya, kawasan minapolitan akan dipusatkan di Kecamatan Nanggulan dan Wates berserta wilayah disekitarnya. Kegiatan perikanan di dua kecamatan ini sangat berkembang pesat, khususnya budidaya lele dan gurami.

"Menujudkan pengembangan kawasan minapolitan membutuhkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Untuk saat ini, kawasan minapolitan masih dalam tahap rencana mesku kegiatan budidaya ikan dan lainnya baik dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten sudah diarahkan ke kawasan tersebut," kata Eko.

Dia mengatakan, rencana induk pengembangan kawasan minapolitan sudah siap. Tetapi rencana teknisnya belum dilakukan karena tidak memiliki anggaran. Pemerintah daerah (pemda) tidak memasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Pembuatan rencana teknis membutuhkan anggaran yang cukup besar. Karena harus disusun oleh tim ahli seperti dari perguruan tinggi," kata dia.

Ia mengatakan, pengembangan kawasan minapolitan dalam rangka mendongkrak percepatan produsksi ikan di Kulon Progo. Pengembangan kawasan minapolitan merupakan penjabaran dari visi-misi Kementerian Kelautan dan Perikanan yakni Indonesia sebagai produsen ikan terbesar di dunia. Visi tersebut kemudian diterjemahkan dengan Dinas Kepenak Kulon Progo dengan visi Kulon Progo menghasilkan produk perikanan yang handal dan tangguh.

"Tujuan dari minapolitan yakni memanfaatkan lahan kering milik masyarakat untuk membangun ekonomi melalui perikanan darat. Untuk jangka panjangnya mampu meningkatkan produksi ikan di Kulon Progo," katanya.

Manfaat dari kawasan minapolitan, menurut dia, yakni memgembangkan kegiatan perikanan melalui sentra-sentra produksi. dengan setra produksi dapat diatur segala sesuatunya seperti harga, penjualan atau pemasaran hingga pembenihan.

"Sentra-sentra produksi mampu memiliki manajemen produksi baik terkait harga ikan paskapanen hingga mengendalikan harga supaya harga stabil dan tidak dipermainkan oleh tengkulak," kata dia.

Selain ini, kata dia, Dinas Kepenak juga sedang mengembangkan mina kebun rakyat di Desa Palihan, Kecamatan Temon. Selain itu, di Desa Palihan dikembangkan bidang peternakan dan perikanan yang diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Di Desa Palihan ini, akan menjadi proyek pengembangan ekonomi masyarakat melalui perikanan, peternakan dan mina kebun rakyat, sehingga perekonomian dapat berkembang pesat dan mampu mengurangi tingkat pengangguran di Kulon Progo," katanya.

(KR-STR)


Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.