Kulon Progo kembangkan kawasan minapolitan

id mina politan

Kulon Progo kembangkan kawasan minapolitan

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (Dinas Kepenak) Kulon Progo, Endang Purwaningrum meninjau lokasi pembibitan dan pembudiaaan lele. (Foto ANTARA/Mamiek)

Kulon Progo (Antara Jogja) - Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengembangkan kawasan minapolitan di Kecamatan Nanggulan dan Wates.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan Kulon Progo Eko Purwanto di Kulon Progo, Minggu, mengatakan pengembangan kawasan minapolitan untuk mendongkrak produksi budi daya ikan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Dampak adanya kawasan minapolitan terhadap budi daya ikan, yakni hampir seluruh penduduk di Kecamatan Wates dan Nanggulan memanfaatkan lahan pekarangan untuk budi daya lele dan gurami," kata Eko.

Dampak lain, kata Eko, meningkatkan kesejahteraan pembudi daya ikan karena budi daya lele dan gurami sebagai mata pencaharian sampingan.

"Perekonomian masyarakat dapat terangkat. Mereka memanfaatkan lahan kosong dan tandus menjadi kolam-kolam ikan yang menjadi penopang ekonomi keluarga," kata dia.

Ia mengatakan Kecamatan Wates merupakan sentra pengembangan lele dan Nanggulan sebagai sentra pengembangan gurami.

"Pengembangan sentra-sentra budi daya ikan ini didasarkan pada tingkat ketersediaan air. Budi daya gurami tidak membutuhkan air banyak, sedangkan lele perlu adanya sirkulasi air yang bagus," kata dia.

Untuk mendukung kegiatan minapolitan, kata dia, sejak 2009, Pemkab Kulon Progo telah menyiapkan berbagai program mulai dari pembuatan rencana induk dan rencana detail teknis pengembangan kawasan minpolitan.

"Setiap tahunnya, kami melaksanakan berbagai kegiatan di kawasan minapolitan baik menggunakan anggaran pembangunan dan belanja daerah (APBD) tingkat dua atau dua," katanya.

Dia mengatakan kawasan minapolitan juga didukung dengan kegiatan pengembangan usaha mina pedesaan (PUMP) yakni usaha simpan pinjam dan mengolah hasil produksi ikan budi daya.

Selain itu, lanjut Eko, di kawasan minapolitan dikembangkan unit perbenihan rakyat (UPR). Harapannya, pembudidaya ikan tidak mengelami ketergantungan benih dari luar Kulon Progo.

"Kegiatan PUMP dan UPR ini untuk mempercepat swasembada ikan berbasis ketahanan lokal. Mereka juga membuat pakan sendiri, seperti pelet dengan bekerjasama dengan peternak," katanya.

(KR-STR)

Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.