
Rupiah Selasa pagi melemah

Jakarta (ANTARA Jogja) - Mata uang rupiah pada Selasa pagi bergerak melemah sebesar 25 poin menyusul pernyataan bank sentral Eropa (ECB) yang khawatir terhadap pertumbuhan kawasan Eropa yang melambat.
Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak melemah nilainya sebesar 25 poin menjadi Rp9.655 dibanding posisi sebelumnya Rp9.630 per dolar AS.
"Nilai tukar berisiko termasuk rupiah bergerak dalam area negatif terhadap dolar AS menyusul kometar negatif Presiden ECB Mario Draghi, yang menegaskan kekhawatiran atas melambatnya pertumbuhan ekonomi Eropa," kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta.
Ia menambahkan, ekonomi negara-negara kawasan Euro masih akan menghadapi tantangan besar dalam jangka menengah. Lemahnya permintaan industri diperkirakan masih akan berlanjut sepanjang tahun 2013 mendatang, dengan pemulihan moderat hanya terlihat menjelang akhir tahun.
Dari AS, lanjut dia, negosiasi "fiscal cliff" masih belum mencapai kesepakatan hingga saat ini. Partai Republik dan Demokrat saling melempar dan menolak proposal kebijakan ekonomi.
Analis Trust Securities Reza Priyambada menambahkan, pelaku pasar masih mencermati penanganan masalah "fiscal cliff" seiring mulai adanya sikap skeptis akan adanya solusi sebelum tutup tahun 2012.
Di sisi lain, lanjut dia, pelaku pasar uang juga masih bersikap "wait and see" terhadap langkah-langkah Jepang yang akan merealisasikan insentif fiskal dan mendorong stimulus moneter lebih agresif.
(T.KR-ZMF)
Pewarta :
Editor:
Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
