
XT-Square mulai dioperasionalkan

Jogja (ANTARA Jogja) - Pasar seni dan kerajinan Yogyakarta XT-Square mulai dioperasionalkan secara resmi, Kamis, melalui "soft opening" yang dilakukan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti.
"Setelah kegiatan `soft opening` ini, diharapkan seluruh penyewa bisa membuka kiosnya dan memulai usahanya sehingga pasar ini bisa semakin berkembang," kata Haryadi di sela-sela "soft opening" XT-Square di Yogyakarta, Kamis.
Menurut dia, pembukaan XT-Square tersebut ditujukan untuk membangun perekonomian Yogyakarta bagian selatan, serta memberikan manfaat yang besar untuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) guna mengembangkan usahanya.
"Yang perlu dilakukan oleh penyewa adalah merawat dan terus mengembangkan usahanya, sehingga XT-Square pun akan semakin berkembang," katanya.
Pada saat "soft launching", baru kios kerajinan saja yang dibuka, sedangkan untuk kios kuliner dan pertokoan belum dibuka.
"Dari 200-an kios yang ada di hall kerajinan, memang belum semuanya dioperasionalkan hari ini. Masih banyak penyewa yang melakukan persiapan," kata Direktur Utama PD Jogjatama Vishesha selaku pengelola XT-Square Muhammad Verga Prabowo Agus.
Verga mengatakan, "soft opening" tersebut dilakukan untuk menjawab pertanyaan dari masyarakat luas terkait operasionalisasi pasar seni dan kerajinan tersebut.
"Kami berharap, XT-Square ini bisa menjadi tujuan wisata belanja baru di Yogyakarta. Apalagi konsep yang diusung pun berbeda, yaitu `night market`," kata Verga.
XT-Square akan memiliki jam buka yang berbeda dengan pasar atau pertokoan lain, yaitu buka pukul 13.00 WIB dan tutup pada pukul 01.00 WIB.
Menjelang libur akhir tahun, Verga mengatakan, akan melakukan upaya promosi yang lebih gencar guna menarik sebanyak-banyaknya wisatawan untuk berkunjung ke XT-Square.
"Promosi dilakukan ke hotel-hotel dan akan diperluas ke biro perjalanan wisata yang ada serta melakukan kegiatan `sales promotion` seperti undian atau hadiah kejutan kepada pengunjung," katanya.
Sementara itu, salah seorang penyewa Hari Setiyono mengatakan, XT-Square memiliki potensi yang bagus dan akan berkembang di masa yang akan datang.
"Pasar ini akan menjadi semacam miniatur pusat kerajinan di Yogyakarta. Saya tertarik membuka kios di sini karena pasar ini merupakan pasar terpadu. Tidak hanya berjualan barang kerajinan saja," katanya.
Di XT-Square, warga Joyonegaran tersebut membuka kios batik dan kios tersebut merupakan kios pertama yang dimilikinya karena biasanya ia hanya mengikuti pameran kerajinan dari satu kota ke kota lain.
Ia berharap, manajemen XT-Square terus melakukan promosi agar pasar tersebut semakin terkenal sehingga akan banyak wisatawan yang datang.
(E013)
Pewarta :
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
