
Volume sampah perayaan tahun baru menurun

Jogja (ANTARA Jogja) - Volume sampah usai perayaan menyambut pergantian tahun dari 2012 ke 2013 di Kota Yogyakarta menurun dibanding tahun sebelumnya.
"Pada malam perayaan pergantian tahun dari 2012 ke 2013 hanya terjadi kenaikan 10 persen, dari rata-rata volume sampah setiap harinya. Pada tahun lalu, kenaikan volume sampah mencapai 20 persen dibanding rata-rata harian," kata Kepala Bidang Kebersihan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta Irfan Susilo, Selasa.
Menurut dia, pada malam perayaan pergantian tahun dari 2012 ke 2013 terjadi kenaikan volume sampah 23 hingga 25 ton. Rata-rata volume sampah di Kota Yogyakarta setiap harinya 230 hingga 250 ton.
Irfan mengatakan sampah tahun baru biasanya didominasi sampah bungkus makanan dan minuman kemasan.
Sampah-sampah tersebut banyak dijumpai di sejumlah lokasi yang menjadi pusat keramaian untuk merayakan pergantian tahun.
"Namun, sampah paling banyak ditemui di kawasan Malioboro, selain di ruas Jalan Solo dan Jalan Jenderal Sudirman," katanya, yang tetap mengerahkan petugas kebersihan dan truk pengangkut sampah untuk membersihkan lokasi.
Irfan menengarai berkurangnya volume sampah saat perayaan pergantian tahun dari 2012 ke 2013 karena hujan deras mengguyur Yogyakarta sejak sore hingga menjelang pergantian tahun.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Syarif Teguh mengatakan volume sampah pada perayaan pergantian tahun dari 2012 ke 2013 tidak sebanyak sampah saat perayaan tahun sebelumnya.
"Tahun ini, volume sampah hanya separuh dari volume sampah yang dihasilkan pada perayaan pergantian tahun dari 2011 ke 2012," katanya.
Pembersihan sampah, kata dia dilakukan dengan meminjam "dump truck" milik BLH Kota Yogyakarta, dan pembersihan serta pengangkutan sampah dilakukan hingga pukul 09.00 WIB. "Semuanya sudah kembali bersih," katanya.
Kepadatan warga dan kendaraan di kawasan Malioboro saat perayaan pergantian tahun dikeluahkan wisatawan, terutama mereka yang kehilangan dompet, atau anak terpisah dari orang tuanya.
Keluhan lainnya yakni kesulitan memperoleh tempat parkir kendaraan, serta wisatawan yang tidak memperoleh penginapan.
Untuk membantu pengawasan di kawasan Malioboro, UPT telah memasang tujuh unit "closed circuit television" (CCTV), dan radio komunitas untuk menyampaikan pengumuman atau informasi kepada wisatawan yang memadati kawasan itu selama libur panjang akhir tahun.
Pada hari terakhir libur, kawasan Malioboro masih terus dipadati kendaraan wisatawan, dan biasanya didominasi plat nomor luar kota.
(E013)
Pewarta :
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
