Jogja (ANTARA) - Pusat studi di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta diharapkan mampu memberikan banyak kontribusi bagi pengembangan riset, kata Rektor UGM Pratikno.
"Melalui pusat studi diharapkan ada `database` agenda penelitian sehingga produksi dan distribusi ilmu pengetahuan maupun riset yang dihasilkan mampu dilakukan dengan baik," katanya di Yogyakarta, Rabu.
Oleh karena itu, menurut dia pada pelantikan 23 kepala pusat studi di UGM, pusat studi perlu diperkuat sehingga keberadaannya mampu mendorong sinergi antardisiplin ilmu pengetahuan yang ada.
"Dengan keterbatasan yang dimiliki, khususnya anggaran, pusat studi diharapkan bisa berperan lebih banyak termasuk sinergi dengan unit lain," katanya.
Apalagi, kata dia, saat ini di Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UGM telah ada bidang yang fokus pada persoalan basis data dan komunikasi riset sehingga terbuka dilakukan kolaborasi.
Ia mengatakan dua tahun ke depan, persoalan yang mendesak dilakukan oleh pusat studi salah satunya adalah pemetaan secara komprehensif riset-riset strategis tetapi cenderung tidak laku sehingga terkesan terbengkalai.
"Mudah-mudahan tahun ini dengan struktur organisasi universitas yang baru dan porsi anggaran yang signifikan di RKAT keberadaan pusat studi bisa lebih banyak memberikan kontribusi bagi pengembangan riset," kata Pratikno.
(B015*H010)
